Lima Korban KRL Jatinegara-Bogor Masih Jalani Perawatan Hingga Minggu Petang Ini

Sebanyak 20 orang menjadi korban dalam tragedi anjloknya KRL commuter line relasi Jatinegara- Bogor, Minggu (10/3/2019).

Lima Korban KRL Jatinegara-Bogor Masih Jalani Perawatan Hingga Minggu Petang Ini
KOMPAS.com/Ramdhan Triyadi Bempah
Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro menengok masinis kereta yang menjadi korban dalam peristiwa anjloknya KRL jurusan Jakarta-Bogor, di Rumah Sakit Salak,Bogor, Jawa Barat, Minggu (10/3/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BOGOR - Sebanyak 20 orang menjadi korban dalam tragedi anjloknya KRL commuter line relasi Jatinegara- Bogor, Minggu (10/3/2019).

Salah satunya adalah masinis.

Semua korban telah dibawa ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bogor untuk mendapat perawatan.

Dari informasi terbaru, jumlah korban yang dirawat tinggal tersisa lima orang.

Rinciannya, empat orang dirawat di Rumah Sakit Salak Bogor, sementara satu orang dirawat di Rumah Sakit Suyoto, Bintaro.

Informasi tersebut disampaikan langsung Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro saat menengok korban luka di RS Salak Bogor.

Edi mengatakan, empat orang yang dirawat di RS Salak salah satunya adalah masinis kereta atas nama Yacub (31).

Edi mengungkapkan, Yacub mengalami luka lecet di bagian tangan.

Meski begitu, sambung Edi, sang masinis masih bisa berkomunikasi dengan lancar.

"Kondisi masinis tidak ada masalah, masih bisa komunikasi. Cuman butuh waktu untuk pengamatan dari dokter. Luka lecet ditangan, tapi akan dilakukan observasi lanjutan," ucap Edi.

Halaman
12
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved