Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pemkab Pekalongan Datangkan Ahli dari IPB untuk Atasi Virus Tanaman Cengkeh, Ini Hasilnya

Pemkab Pekalongan mendatangkan peneliti dari IPB guna mencari penanganan virus menyerang tanaman cengkeh

Penulis: budi susanto | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Budi Susanto
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menghadiri peresmian Mushola Al Mustaghitsin di Dukuh Wiyoro Desa Garungwiyoro Kecamatan Kandangserang, Sabtu (9/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Pohon cengkeh milik petani di Kabupaten Pekalongan terserang virus secara masif.

Hal tersebut membuat Pemkab Pekalongan mendatangkan para peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB)

Para peneliti didatangkan guna mencari penyebab dan penanganan virus yang menyerang tanaman cengkeh.

Dan akhirnya penyebab matinya tanaman cengkeh di Kabupaten Pekalongan diketemukan.

Dipaparkan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi virus menyerang karena daya tahan tanaman cengkeh menurun.

"Menurut para peneliti virus menyerang tanaman cengkeh karena daya tahan tanaman menurun, hal tersebut diakibatkan karena tanaman jenuh terhadap pupuk kimia," katanya saat meresmikan Mushola Al Mustaghitsin di Dukuh Wiyoro Desa Garungwiyoro Kecamatan Kandangserang, Sabtu (9/3/2019).

Asip menerangkan solusi mengembalikan daya tahan tanaman cengkeh menghentikan pemupukan menggunakan kimia.

"Saran dari peneliti para petani harus menggunakan pupuk kandang agar daya tahan tanaman terhadap virus kembali seperti semula," katanya.

Tidak berhenti dengan penelitian tentang pupuk, pihaknya menuturkan akan terus melakukan penelitian untuk meningkatkan pendapatan petani cengkeh.

"Kami akan terus melakukan penelitian untuk meningkatkan produktivitas tanaman cengkeh, jika kondisi tanaman kembali seperti semula saya yakin petani cengkeh di Kabupaten Pekalongan akan sejahtera," tuturnya.

Selain tanaman cengkeh, Asip juga menyinggung tentang jumlah panen padi di daerah atas Kota Santri.

"Di Kabupaten Pekalongan daerah bawah 1 hektar sawah bisa panen 9 hingga 11 ton, tapi di daerah atas seperti Kandangserang hanya 5 ton. Untuk itu kami akan berikan bibit padi yang cocok ditanam di daerah atas agar hasil panen lebih melimpah," paparnya.

Kesejahteraan petani ditambahkannya merupakan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

"Kewajiban kami mensejahterakan petani, maka dari itu solusi terkait permasalah pertanian terus kami cari dengan mendatangkan para peneliti," tambahnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved