Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Sering Ditemukan Botol Miras Sekitar Taman Amongrogo Gunungpati, Begini Respon Pemkot Semarang

Taman Amongrogo Kelurahan Sumurrejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, kurang terawat.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Suasana Minggu (10/3/2019) sore di Taman Amongrogo Kelurahan Sumurrejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Warga setempat mengeluhkan kurang terawatnya taman yang dibangun pada 2017 lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Taman Amongrogo Kelurahan Sumurrejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, kurang terawat.

Taman yang dibangun Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang pada 2017 lalu, lampu-penerangan di sana rata-rata sudah pecah dan hilang.

"Tamannya belum ada yang mengurusi. Sejak dibangun 2017, belum diresmikan ataupun diserahkan," tutur Endang Dwi Herawati, warga Sumurrejo yang berjualan di sekitar Taman Amongrogo itu, Minggu (10/3/2019).

Diutarakannya, taman tersebut sebenarnya ramai dikunjungi.

Banyak warga yang mengajak anak-anaknya menikmati suasana sore di sekitar taman.

Anak-anak juga kerap bermain bola di lapangan yang berada di tengah taman.

"Dahulu, saat sore menjelang malam ramai, ada odong-odong, mobil-mobilan, motor trail. Tapi sekarang banyak tangan-tangan jahil yang merusak taman, sehingga semakin sepi dikunjungi," katanya.

Bahkan, imbuh Endang, tempat tersebut kerap disalahgunakan untuk pesta minuman keras (miras) pada malam hari oleh beberapa orang karena kondisi sepi dan gelap gulita.

"Tidak ada yang jaga, kalau malam biasanya untuk kumpul-kumpul tidak hanya orang sekitar sini. Kalau Sabtu atau Minggu kadang ada bekas botol miras," ungkap Endang.

Dikatakan Endang, tribun yang berada di pinggir lapangan juga sempat retak-retak, tetapi sudah diperbaiki belum lama ini.

Rumput-rumput di sekitar taman juga jarang dipotongi sehingga menjulang tinggi.

"Ini sekarang sudah lumayan. Warga yang punya ternak sering ambil rumput di sini," ucapnya.

Lebih lanjut, dia membeberkan saluran air yang berada di sekitar lapangan juga tidak berfungsi.

Sehingga, saat musim hujan lapangan yang berada di tengah Taman Amongrogo kondisinya berair dan berlumpur.

"Lalu, penampung air yang ada di ujung timur, hingga kini juga tidak ada gunanya. Saya kira dahulu mau diisi ikan tapi ternyata tidak difungsikan apa-apa. Kalau hujan banyak airnya, lalu dibuat mainan anak-anak kecil," terangnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved