Wakil Bupati Demak Apresiasi Program Kotaku

Wakil Bupati Demak Joko Sutanto mengungkapkan rasa senangnya karena salah satu kampung kumuh di Demak sudah sangat bersih melalui Program Kotaku

Wakil Bupati Demak Apresiasi Program Kotaku
TRIBUN JATENG/ALAQSHA GILANG IMANTARA
Wakil Bupati Demak Joko Susanto mengunjungi Kampung Gendingan Baru Kelurahan Bintoro Kabupaten Demak, Senin (11/3/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Alaqsha Gilang Imantara

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Wakil Bupati Demak Joko Sutanto mengungkapkan rasa senangnya karena salah satu kampung kumuh di Demak sudah sangat bersih melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Demak Joko Susanto saat mengunjungi Kampung Gendingan Baru Kelurahan Bintoro Kabupaten Demak, Senin (11/3).

Diakuinya, Kampung tersebut merupakan salah satu kawasan kumuh di Demak yang berhasil diubah menjadi kawasan bersih sejak tahun 2018 lalu.

“Program ini sangat luar biasa. Sebelum disentuh program ini dan sesudahnya, bedanya luar biasa. Ini akan berikan inspirasi bagi lingkungan perkotaan maupun pedesaan lainnya untuk menerapkan hal yang sama,” ungkapnya.

Dia menyampaikan bahwa hal itu selaras dengan program Pemerintah Kabupaten Demak yaitu pembuatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan kebijakan lainnya seperti, menjaga lingkungan bersih dan sehat dan membuang sampah pada tempatnya.

Joko menjelaskan, terkait dengan adanya rencana 10 desa di Kabupaten Demak yang akan peroleh dana Kotaku sebesar hampir 1 milyar di tahun 2019, harus ada kolaborasi antara Pemerintah pusat dan daerah.

“Kita tidak bisa jagakke pemerintah pusat saja. Sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah pusat dan Daerah, Pemkab Demak mengarahkan Pemerintah Desa agar program DD/ADD digunakan untuk mengatur pengelolaan sampah di Desa,"terangnya.

Sehingga, DD/ADD bisa digunakan untuk pembelian kendaraan roda tiga untuk mengangkut sampah dan pembuatan tempat pembuangan sampah akhir di masing-masing desa.

Konsultan Program Kotaku Kabupaten Demak, Ir. Maryono menyampaikan adanya banyak perubahan di kampungnya setelah direalisasikannya program tersebut.

“Kini kampung kami menjadi lebih bersih, nyaman dan lingkungan menjadi hijau. Tidak ada lagi genangan air karena sudah ada sistem drainase dengan kedal;aman 60 centi meter dan lebar satu meter,” bebernya.

“Tentu saja hal ini tidak lepas dari partisipasi dan keaktifan masyarakat itu sendiri,” imbuhnya.

Sementara, Koordinator Kabupaten Demak Putut Wijanarko, mengatakan, dari 38,15 hektar lahan kumuh yang berada di wilayah Bintoro dan Kalikondang, saat ini angka tersebut sudah turun menjadi 6,54 hektar.

“ Pada lomba hari habitat tahun 2018, Demak peroleh juara harapan II tingkat Provinsi Jateng dan peroleh juara I kategori kategori penanganan kumuh tingkat Provinsi Jateng,” jelasnya.

Ditambahkannya, Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) adalah satu dari sejumlah upaya strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di Indonesia. (agi)

Penulis: Alaqsha Gilang Imantara
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved