Kamis, 4 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Guru Besar Undip Meninggal Dunia, Sosok Almarhum Prof Agus Maladi Masih Aktif Mengajar Meski Sakit

Prof Dr Agus Maladi Irianto MA dikenal ulet semasa hidupnya. Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Undip ini masih mengajar meski dalam kondisi sakit

Tayang:
Penulis: Jamal A. Nashr | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/JAMAL A NASHR
Upacara Penghormatan Jenazah Almarhum Prof Dr Agus Maladi Irianto MA di Auditorium Imam Bardjo Undip Peleburan, Jumat (15/3/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Jamal A Nashr

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mendiang Prof Dr Agus Maladi Irianto MA dikenal ulet semasa hidupnya.

Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Undip ini masih mengajar meski dalam kondisi sakit.

Ia menghembuskan nafas terakhir setelah menderita penyakit komplikasi hati di RSUP dr Kariadi Semarang, Jumat (15/3/2019) pukul 03.25.

Rektor Undip Prof Dr Yos Johan Utama menyebutkan, keuletan Agus Maladi dibuktikan tercatat sebagai dosen dengan jumlah hak atas kekayaan intelektual (Haki) terbanyak.

Karya-karya Agus Maladi tidak hanya terbatas pada akademik namun juga seni dan budaya.

"Almarhum kami kenal ulet dan berprestasi. Selalu berusaha lebih baik dan bermanfaat. Berbagai prestasi ditorehkan di tengah kondisi sakit," sebutnya saat Upacara Penghormatan Jenazah di Auditorium Imam Bardjo Undip Peleburan.

Agus Maladi meninggal di Usia 57 tahun. Hingga wafat ia menjabat sebagai kapala program studi S2 Ilmu Susastra FIB Undip.

Ia memperolah gelar guru besar pada 1 Desember 2016. Dalam bidang organisasi kebudayaan, ia pernah menjabat Ketua dan Penasehat Dewan Kesenian Semarang (Dekase).

Budayawan Semarang Prie GS menyebutkan, Agus Maladi merupakan sosok yang sangat mementingkan persahabatan. Ia mengenang, pernah mengkeritik karya Agus Maladi.

Namun, keritik itu tidak ditanggapi dengan serius oleh mendiang demi menjaga persahabatan keduanya.

"Beliau orang yang sangat peka secara nurani, lembut hati dan tidak pernah mau er. Saya pernah mengkritik dia dengan sangat keras, itu saya sesali sampai hari ini. Beliau tidak mengindahkan kritik yang brutal itu dan lebih mementingkan persahabatan," ujarnya.

Ia mengaku kehilangan atas kepergian lulusan Ilmu Antropologi UI ini.

Menurutnya, Agus Maladi mencintai sastra secara akademik berbeda dengan sastrawan maupun orang awam yang mencintai sastra berdasarkan pendekatan intuisi.

"Kesenian di mata beliau menjadi terukur. Kesenian selama ini kami dekati secara romantis saja tetapi di tangan beliau didekati dengan keilmuan," katanya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved