Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Sinopsis Five Feet Apart, 2 Remaja Sakit yang Saling Cinta tapi Harus Jaga Jarak Agar Tetap Hidup

Sinopsis film The Five Feet Apart, tayang di Bioskop mulai 15 Maret 2019. Ceritanya tentang dua remaja penderita Cystic Fybrosis yang jatuh cinta.

Penulis: Awaliyah P | Editor: abduh imanulhaq
KOLASE TRIBUN JATENG
Sinopsis The Five Feet Apart 

TRIBUNJATENG.COM - Film Five Feet Apart sedang tayang di bioskop-bioskop Indonesia.

Film ini rilis pada 15 Maret 2019.

Five Feet Apart disutradarai oleh Justin Baldoni.

Skenarionya ditulis oleh Mikki Daughtry dan Tobias Iaconis.

Berikut sinopsis Five Feet Apart:

Film ini bermula ketika Stella pergi ke pantai bersama teman-temannya.

Tiba-tiba dia jatuh pingsan dan dilarikan ke rumah sakit.

Sebuah monolog Stella Grant (Haley Lu Richardson) berbicara tentang pentingnya sentuhan manusia berserta kenangan.

Dia berkata tidak akan pernah menyadari betapa berartinya sentuhan sampai dia tidak bisa menyentuh dan disentuh Will.

Stella Grant dan Will Newman (Cole Sprouse) adalah dua remaja yang mengidap penyakit Cystic Fibrosis.

Cystic Fybrosis merupakan penyakit genetika yang menyebabkan lendir-lendir di dalam tubuh menjadi kental sehingga menyumbat berbagai saluran terutama pernapasan dan pencernaan.

Sinopsis dan Daftar Pemain Drakor He Is Psychometric, Drakor Terbaru Park Jin Young Mulai 11 Maret

Inilah 8 Drama Korea Drakor Terbaru Tayang Maret 2019, Ada Park Jin Young

Video Teaser Warkop DKI Reborn 3 Trending di Youtube: Adipati Dolken, Aliando Syarief & Randy Nidji

Bagi Stella rumah sakit sudah seperti rumah kedua baginya.

Semua staf medis adalah teman Stella, terutama Barb (Kimberly Hebert Gregory), seorang perawat.

Barb tahu semua rutinitas Stella dan apa yang bisa membuat Stella nyaman, seperti boneka panda, laptop untuk vlog, dan gambar-gambar di dinding kamar Stella.

Stella tahu bahwa yang bisa dia lakukan untuk menyelamatkan hidupnya adalah transplantasi.

Namun menurutnya transplantasi paru-paru hanya akan memberinya hidup selama lima tahun.

Di sisi lain dia juga mengerti pilihan lain adalah tetap menjalani perawatan; ikut merapikan kursi roda, minum semua pil dengan puding, dan mengunjungi bayi di unit perawatan intensif.

Stella memiliki teman baik bernama Poe.

Selain Stella ada juga remaja lain bernama Will yang datang ke rumah sakit untuk menerima obat percobaan.

Will memiliki karakter pemberontak karena prognosisnya tidak sesuai harapan.

Bahkan jika efek obat berhasil, itu tidak menjadikan Will memenuhi syarat untuk transplantasi.

Stella memaksa Will untuk mengikuti setiap prosedur pengobatan, Will setuju.

Lokasi pertemuan pertama keduanya adalah di ruang bayi (lokasi yang diartikan penuh dengan harapan dan kehidupan baru).

Terlepas dari hidup mereka yang didiagnosis tak akan lama, Will dan Stella saling jatuh cinta.

Tentu saja ada aturan bagi Will dan Stella yakni keduanya harus berjarak enam kaki.

Perawat Barb yang menegakkan aturan tersebut dan menjaga ketat Stella dan Will.

Hal itu dilakukan karena kerentanan mereka terhadap infeksi.

Pasien CF harus berjarak setidaknya enam kaki satu sama lain.

Tidak hanya itu, Will dan Stella harus mengenakan sarung tangan dan tidak boleh bersentuhan satu sama lain.

Peraturan jarak enam kaki dan lainnya membuat Will dan Stella menjadi barometer keduanya dan mengubah rumah sakit menjadi tempat kencan mereka.

"Setelah aku sembuh dari CF, tidak sedikit pun aku akan melangkah mundur," kata Stella yang sudah jatuh cinta dengan Will.

Keduanya menggunakan isyarat berenang lima kaki untuk mengukur jarak mereka.

Sebagaimana remaja pada umumnya, Will dan Stella mengambil resiko yang besar.

Film ini tidak hanya menceritakan tentang remaja penderita CF.

Berbagai macam makna bisa didapatkan dari film ini.

Seperti selalu ada harapan, ketakutan, keraguan, penyesalan, dan kerinduan dalam diri manusia.

Film ini juga menunjukkan bahwa kematian tak melulu soal usia karena yang muda dan sehat bisa meninggal.

Bagaimana penyakit bisa menghancurkan keluarga secara emosional dan finansial, dan masih banyak lagi.

Mencintai seseorang bisa menjadi menakutkan bahkan membiarkan seseorang mencintaimu bahkan bisa jadi menakutkan terutama ketika ada bekas luka yang ingin kamu tutupi. (iam/tribunjateng.com)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved