Halo Saudara! Kata Pertama dan Terakhir Korban Tragedi New Zealand pada Sang Teroris
Serangan teroris di masjid masjid Al Noor dan Linwood di Christchurch, Selandia Baru pada Jumat (15/3/2019)
Bercerita kepada Sydney Morning Herald, Yama menyebut sempat mengalami persilisihan dengan sang ayah yang telah memiliki 9 cucu ini.
Ia sampai tidak bertemu dengan sang ayah selama dua atau tiga minggu. Tetapi Yama ahu betapa lelaki tua itu sangat mencintai cucu-cucunya.
Untuk memperbaiki hubungan dengan ayahnya, Yama membawa putrinya Zahal ke masjid.
Namun Yama terlambat, Daoud telah meninggal dunia sebelum mereka bertemu.
4. Terkenal murah hati pada sesama pengungsi di Selandia Baru
Daoud Nabi adalah seorang pengungsi dari Afghanistan, ia pindah ke Selandia Baru tahun 1977 untuk mencari suaka.
Ia dikenal sebagai pemimpin di komunitasnya dan mengabdikan hidupnya untuk membantu para pengungsi lain di Selandia Baru.
Putranya yang lain, Omar Nabi, menggamabarkan ayahnya adalah pria yang baik.
"Tak peduli apakah kamu berasal dari Irak, Palestina, Suriah, dia adalah orang pertama yang akan mengulurkan tangannya untukmu," ujar Omar menggambarkan kebaikan sang ayah.
5. Putra Daoud Nabi menuntut keadilan
Omar Nabi menuntut keadilan untuk ayahnya.
Berdiri di luar pengdilan Christchurch saat teroris Brenton Tarrant diadili pada Sabtu (16/3/2019) lalu, Omar menuntut keadilan untuk ayahnya.
“Aku tidak yakin bagaimana menghadapi ini. Memaafkan akan membutuhkan waktu yang lama, ”kata Omar Nabi.
"Ini keterlaluan, ini diluar bayangan. Aku tak bisa berkata-kata.
Orang-orang sedang salat di masjid mereka, ditembak dari belakang. Tindakan itu bukanlah tindakan manusia," pungkas Omar.
Semoga Daoud Nabi dan korban serangan teroris di masjid Christchurch husnul khatimah, Aamiin..