Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dikejar Warga karena Curi Motor, Ardy Malah Nekat Masuk Kamar dan Menyandera Penghuninya

Dalam reka adegan yang dijalankan, awalnya pelaku mencoba menggasak sepeda motor di ruang tamu rumah Dodo (54)

Penulis: Jamal A. Nashr | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Jamal A. Nashr
Rekonstruksi pencurian dan penyanderaan anak di Jalan Gedung Batu Kelurahan Ngemplak Simongan Semarang Barat, Rabu (20/3/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pelaku pencurian dan penyanderaan anak, Ardy Nurcahyo (26) menjalani rekonstruksi di rumah korban Jalan Gedung Batu Utara Kelurahan Ngemplak Simongan Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang, Rabu (20/3/2019).

Pelaku melakukan 23 adegan.

Dalam reka adegan yang dijalankan, awalnya pelaku mencoba menggasak sepeda motor di ruang tamu rumah Dodo (54).

Belum berhasil membawa sepeda motor korban, aksi pelaku diketahui warga. Pelaku kabur meninggalkan sepeda motor di teras rumah.

Warga yang mengetahui aksi pelaku akhirnya memburunya. Pelaku lantas bersembunyi di rumah Suhardono (44).

Ia masuk rumah lewat pintu samping yang tidak terkunci. Pelaku lantas bersembunyi di kamar anak Suhardono, Zalfa S (12).

Saat pelaku masuk kamar, Zalfa tengah tertidur bersama adiknya. Di dalam kamar, pelaku sempat mencuri dompet berisi uang Rp 130 ribu.

"Sebelum itu saya lihat melalui jendela pelaku lari di depan rumah. Saya tahu kalau pelaku di kamar anak saya ketika melihat pintunya tertutup. Sebelumnya sedikit terbuka," sebut Suhardono.

Setelah mengetahui pelaku berada di kamar anaknya, Suhardono lantas memintanya keluar.

Namun pelaku menolak karena di luar banyak warga. Sempat terjadi saling dorong pintu antara Suhardono dan pelaku.

Di dalam kamar, pelaku sempat menyandera Zalfa menggunakan pisau belati.

Polisi yang datang akhirnya melumpuhkan pelaku menggunakan tembakan beraliran listrik mengenai dada pelaku.

Tembakan dilayangkan polisi melalui lubang di tembok kamar.

Pelaku mengaku melakukan penyanderaan anak karena kepepet. Pelaku binggung karena posisinya telah terkepung.

"Saat terkena tembakan listrik rasanya sakit. Saya langsung lemas," kata pelaku seusai menjalani rekonstruksi.

Kanit Reskrim Polsek Semarang Barat, AKP Sutarno menjelaskan, rekonstruksi ini dilakukan untuk melihat kesesuaian antara keterangan pelaku dan saksi serta barang bukti yang diamankan. Rekonstruksi ini juga untuk melihat peran yang dilakukan oleh pelaku.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved