Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Mulai 1 April, Tarif BRT Trans Jateng Koridor Terminal Bawen-Stasiun Tawang Naik 

Tarif Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng Koridor Terminal Bawen-Stasiun Tawang, Semarang per 1 April 2019 bakal naik Rp 500 dan Rp 1.000.

Penulis: faisal affan | Editor: m nur huda
Tribunjateng.com/Daniel Ari Purnomo
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meresmikan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng Purwokerto-Purbalingga, Senin (13/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Faizal M Affan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Setelah hampir dua tahun beroperasi, kini tarif Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng Koridor Terminal Bawen-Stasiun Tawang, Semarang per 1 April 2019 bakal naik sebesar Rp 500 dan Rp 1.000 untuk tiap golongan penumpang.

Meski naik, pemerintah tetap memberikan subsidi mencapai Rp 7.300 pada setiap penumpang.

Sejak awal diluncurkan pada 7 Juli 2017, tarif BRT Trans Jateng koridor Stasiun Tawang - Terminal Bawen sejauh 43,7 km hanya Rp 3.500.

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Jawa Tengah, Ginaryo menjelaskan setelah melakukan survei pihaknya bakal menaikkan tarif per 1 April 2019.

"Kenaikan tarif ini menyesuaikan bea naik Trans Jateng di koridor lain. Seperti di Purbalingga-Purwokerto maupun angkutan massal setipe di Solo dan Jogja," katanya, Kamis (28/3).

Di koridor Tawang - Bawen tersebut saat ini beroperasi 25 bus dan untuk sekali naik penumpang hanya perlu merogoh kocek Rp 3.500.

Dengan tarif itu, kata Ginaryo, penumpang sebenarnya telah disubsidi oleh pemerintah sebesar 60 persen dari bea semula.

"Sebenarnya, dari Bawen sampai Tawang itu kalau dihitung, biayanya Rp 9.300 per penumpang. Sekarang kan mereka masih dikenakan Rp 3.500. Berarti pemerintah kan masih mensubsidi," katanya.

Ginaryo menjelaskan, tarif Rp 9.300 itu berdasarkan kalkulasi biaya operasional kendaraan.

Mulai dari investasi, bahan bakar, dan lain sebagainya. Ada biaya langsung maupun tak langsung dari situ.

"Kepada operator, jalan per kilometer per bus itu bayar Rp 7.500. Tarif per penumpang itu, dari bus per kilometer kita kalikan dengan load factor (faktor muat penumpang) yang ada, ketemulah Rp 9.300," tuturnya.

Berdasarkan semua pertimbangan tersebut, Ginaryo telah melakukan survei untuk kelayakan biaya tarif BRT dari Tawang sampai Terminal Bawen atau sebaliknya.

Hasilnya, sebanyak 42 persen dari 1.200 responden memberikan angka di (tarif) Rp 4 ribu - Rp 2 ribu.

Dengan demikian, pemerintah Jateng pun masih memberikan subsidi sebesar Rp 5.300 dan Rp 7.300 per penumpang.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved