Dinilai Mengandung Ajaran Sihir, Novel Harry Potter Dibakar Sekelompok Penginjil
Buku-buku Harry Potter karangan JK Rowling dipandang sebagai karya fiksi terlaris sepanjang sejarah penerbitan buku.
"Saya belum pernah bertemu seorang pun yang mau memerkosa, membunuh, dan mencuri demi nama Harry Potter. Demi nama Alkitab, ya. Berita buruk, tuan-tuan!" tulis seorang warganet dalam kolom komentar Facebook.
Seorang warganet lainnya mengutip pujangga Jerman, Heinrich Heine, yang pada 1823 menulis: "Ketika buku-buku dibakar, pada akhirnya, manusia juga akan dibakar."
Kutipan Heine tersebut dipandang sebagai nubuat karena Nazi pernah melakoni acara pembakaran buku-buku "dekaden" pada 1930-an.
Buku-buku yang dibakar merupakan karya para penulis Yahudi.
Bagaimanapun juga, tidak semua orang sepaham dengan ajaran kelompok SMS from Heaven Foundation ini.(Nicolaus)
Artikel ini telah tayang di GridHot.ID dengan judul Diduga Memuat Ajaran Sihir, Sekelompok Penginjil di Polandia Membakar Novel Harry Potter
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/disebut-mengandung-ajaran-sihir-sekelompok-penginjil-bakar-novel-harry-potter.jpg)