Ngopi di Angkringan, Warga Kutoarjo Serbu Ganjar di Bawah Hujan Rintik
Karena kondisi gerimis, Ganjar mengajak mereka untuk duduk lesehan di angkringan yang beratap terpal biru.
Penulis: faisal affan | Editor: galih pujo asmoro
Selain itu Suprapto juga menyampaikan kepada Ganjar, kondisi terkini Yuli Wijaya, pemuda yang jadi korban pemukulan kampanye di Purworejo.
Prapto mengatakan meski sudah cenderung membaik, namun Yuli masih mengalami trauma.
Sebenarnya acara ngopi bersama masyarakat itu tidak masuk dalam agenda gubernur.
Ganjar yang pulang kampung, karena ingin menghadiri resepsi pernikahan keponakannya.
Meski demikian, banyak aspirasi yang disampaikan.
Ganjar pun menjawab dengan penuh keakraban sambil sesekali melempar candaan.
Terlebih kepada beberapa kepala desa yang tiba belakangan dan menyampaikan persoalan desa.
"Kalau pembangunan harus diperhatikan apakah itu jalan atau jembatan milik pusat, provinsi, kabupaten atau desa."
"Nah kalau desa ya silakan pak kepala desa langsung diatasi, apalagi sampeyan baru terpilih."
"Buktikan janji ketika kampanye dulu," kata Ganjar yang langsung disambut tawa dan tepuk tangan dari masyarakat.
Melihat suasana yang demikian cair dan penuh tawa itu, Ganjar mengatakan agar suasana seperti itu terus ditebar di keseharian, terlebih jika menyangkut pemilihan presiden.
Tidak perlu saling fitnah, menyebar kebencian apalagi sampai baku hantam.
"Betapa kita bahagia bisa bertemu, kan ini wajahnya mrenges kabeh, suasana seneng ini jangan dihancurkan dengan permusuhan."
"Kita hormati yang berbeda pilihan, beda suku, beda agama. Masak sesama orang Purworejo jotos-jotosan," tandasnya. (Faizal M Affan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ganjar-di-angkringan-kutoarjo.jpg)