Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ujian Nasional Program Kejar Paket B Dilaksanakan 10 Mei, di Kota Semarang Ada 481 Peserta

Berbeda dengan pelaksanaan UNBK tingkat SMP yang berlangsung 22-25 April 2019, ujian nasional program kejar paket B dijadwalkan pada 10-13 Mei 2019.

Penulis: akbar hari mukti | Editor: deni setiawan
tribunjateng/alaqsha gilang
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berbeda dengan pelaksanaan UNBK tingkat SMP yang berlangsung 22-25 April 2019, ujian nasional program kejar paket B dijadwalkan pada 10-13 Mei 2019.

Di Kota Semarang, peserta ujian program setara SMP itu mencapai 481 peserta.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang Gunawan Saptogiri memaparkan, ratusan peserta itu berasal dari 24 satuan pendidikan di Kota Semarang.

"Untuk tahun ini peserta UNBK kejar paket B di Semarang ada 481 peserta dari 24 satuan pendidikan," paparnya, Kamis (18/4/2019).

Seperti halnya pelaksanaan UNBK SMP, ujian nasional tingkat kejar paket B di Kota Semarang 100 persen bersistem komputerisasi.

"Untuk kejar paket, UNBK dilaksanakan menggunakan ruangan di sekolah yang berdekatan atau resource sharing," terang Gunawan.

Ia memastikan soal yang akan diujikan ke peserta kejar paket B tak berbeda secara materi maupun kisi-kisi dengan yang UNBK SMP.

"Sama. Tujuannya agar tidak ada gap terlalu jauh," paparnya.

Selain kejar paket B, tahun ini peserta ujian kejar paket C di Kota Semarang mencapai 979 peserta.

Hal itu mencakup 10 peserta kejar paket C IPA dan 969 peserta kejar paket C IPS.

"Jumlah itu dari 24 satuan pendidikan di Kota Semarang," jelasnya.

Sebelumnya peserta UNBK tingkat SMP tahun ini diikuti 23.796 peserta.

Gunawan Saptogiri menjelaskan, 23.796 peserta ini terdiri dari 11.827 siswa SMP negeri, 9.987 siswa SMP swasta.

Lalu 45 siswa MTs negeri dan 1.937 siswa MTS swasta.

"Pelaksanaan UNBK tahun ini 100 persen menggunakan komputer," jelasnya.

Peserta UNBK tingkat SMP itu berasal dari 217 satuan pendidikan.

Rinciannya, menurut Gunawan Saptogiri, 45 sekolah negeri, 136 sekolah swasta.

"Kemudian 2 MTS negeri dan 34 MTs swasta," paparnya.

Sebagi penunjang dan guna memperlancar UNBK SMP, Disdik Kota Semarang telah memasang 298 server dan 9.601 client.

"Jumlah itu terdiri dari 266 server di SMP negeri dan swasta, serta 32 server di MTs negeri dan swasta. Kemudian, 8.582 client untuk SMP dan 1.019 client di MTs," paparnya.

Kabid Pembinaan SMP Disdik Kota Semarang Sutarto menilai, model resource sharing memungkinkan SMP atau MTs yang tak memiliki komputer berjumlah cukup untuk tetap bisa menggelar ujian tersebut.

Yakni menggunakan komputer di SMA, SMK, atau SMP di dekatnya.

"Tahun lalu juga berhasil. Artinya tidak ada permasalahan besar terkait UNBK," paparnya. (Akbar Hari Mukti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved