3211 siswa SMP/ MTs di Demak Masih Menumpang UNBK
Bupati Demak HM. Natsir, meninjau langsung pelaksanaan UNBK di MTs Negeri 4, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, Selasa (23/4/2019).
Penulis: Alaqsha Gilang Imantara | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Bupati Demak HM. Natsir, meninjau langsung pelaksanaan UNBK di MTs Negeri 4, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, Selasa (23/4/2019).
Natsir dan rombongan memantau UNBK dari luar ruangan dan mengecek kesiapan pengawas untuk memastikan ujian berlangsung lancar.
Kepala Disdikbud Demak Anjar Gunadi mengatakan penyelenggaraan UNBK tingkat SMP di Demak telah 100 persen.
Meski begitu, sebanyak 3211 siswa di Demak masih nunut atau menumpang UNBK yaitu 2144 siswa dari 35 MTs dan 1067 siswa dari 42 SMP.
Sedangkan, 13843 siswa di Demak telah mengikuti UNBK secara mandiri.
Rinciannya 7.091 siswa dari 98 MTs dan 6752 siswa dari 42 SMP.
"Sekolah yang nunut (menumpang) rata-rata dari SMP dan MTS yang muridnya sedikit,"ucap Anjar.
Disdikbud Demak berharap agar Pemkab Demak bisa membantu sekolah yang masih menumpang agar bisa melaksanakan UNBK secara mandiri.
Kepala Seksi Pembinaan SMP Disdikbud Demak Tri Pitoyo menambahkan pada hari pertama UNBK di Demak terdapat satu siswa yang tidak masuk.
Siswa tersebut berasal dari MTs NU Jogoloyo berstatus anak punk.
Bupati Demak HM. Natsir mengatakan sekolah yang masih kekurangan sarana dan prasarana komputer memang diperbolehkan menumpang UNBK di sekolah lain yang terdekat dari sekolahnya.
Namun demikian, pemkab Demak akan berupaya menganggarkan penyediaan sarana dan prasarana komputer secara bertahap bagi sekolah yang masih menumpang UNBK.
Kepala MTS Negeri 4, Ali Murtandlo mengaku bersyukur atas kunjungan Bupati Demak yang sangat berpengaruh terhadap kemajuan di madrasah.
"Alhamdulillah tidak ada masalah, anak- anak mulai masuk jam 07.30 dan bisa mengerjakan UNBK hingga selesai,"ungkapnya.
Meski begitu, dari 189 siswa terdapat satu siswa tidak bisa ikut karena mengundurkan diri.
"Dari anaknya sendiri tidak punya keinginan tidak melanjutkan.
Orang tua sudah kita undang tetapi anaknya masih belum mau berangkat,"jelasnya.
Terpisah, Ketua Komisi D DPRD Demak, Ahmad Syafii mengatakan Pemkab Demak harus mendata ulang komputer yang dimiliki sekolah.
"Pemerintah harus menganggarkan sesuai kebutuhan komputer setiap sekolah.
Jika tidak mampu sepenuhnya, harus dianggarkan berjenjang,"ujarnya ditemui di gedung DPRD Demak.
Dirinya juga kurang setuju dengan penyelenggaraan UNBK yang diadakan bersesi karena yang diuntungkan di sesi pertama.
"Sesi kedua dan ketiga berpengaruh terhadap kenyamanan.
Dimungkinkan hasil ujian lebih baik di sesi pertama karena masih fresh,"ungkapnya.
Menurutnya, UNBK yang ideal diadakan pagi semua, sehingga yang sesi terakhir tidak dirugikan karena tidak mendapat pelayanan seperti sesi pertama.
Namun jika tetap tiga sesi, sebaiknya siswa dirolling, biar semua siswa merasakan dan mendapatkan suasana yang sama. (agi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/demak-natsir.jpg)