Selasa, 2 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kanwil Kemenkum Jateng

Etika sebagai Kompas Kepemimpinan, IMM UNIMMA Gelar Sekolah Kepemimpinan

Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menyelenggarakan Sekolah Kepemimpinan bertema “Etika di Atas Kuasa”. 

Tayang:
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
IST
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Fakultas Agama Islam (FAI) berkolaborasi dengan Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menyelenggarakan Sekolah Kepemimpinan. di Gedung Dakwah Bojong, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. 

TRIBUNJATENG.COM, MAGELANG - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Fakultas Agama Islam (FAI) berkolaborasi dengan Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menyelenggarakan Sekolah Kepemimpinan bertema “Etika di Atas Kuasa”. 

Kegiatan dilaksanakan selama empat hari pada Kamis hingga Minggu (28–31/5/2026) di Gedung Dakwah Bojong, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang.

Sebanyak 25 kader IMM dari beberapa daerah di Jawa Tengah mengikuti kegiatan yang dirancang sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan yang menitikberatkan pada pembentukan karakter, kecakapan dalam bertindak, dan memiliki keberanian untuk mempertanggungjawabkan setiap keputusan secara moral.

Ketua Panitia, Muhammad Yoga Aditya, menjelaskan, tema yang diangkat berangkat dari pemahaman bahwa kepemimpinan tidak semata-mata berkaitan dengan jabatan atau kekuasaan, tetapi juga tanggung jawab terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar. 

“Banyak dari kita mengira kepemimpinan adalah soal kursi atau jabatan. Padahal, setiap orang adalah pemimpin bagi dirinya sendiri, di mana setiap keputusan kecil yang diambil merupakan bentuk pertanggungjawaban nyata. Melalui tema Etika di Atas Kuasa, kami ingin mengajak peserta memahami bahwa etika harus menjadi kompas utama di tengah berbagai godaan ambisi yang dapat membuat seseorang kehilangan arah,” ujarnya.

Berbagai metode pembelajaran diterapkan dalam kegiatan tersebut, meliputi Focus Group Discussion (FGD) berbasis isu kepemimpinan kontemporer, mentoring intensif berbasis kelompok, penulisan esai reflektif, serta diskursus gagasan peserta. 

Melalui pendekatan tersebut, peserta didorong untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan bertanggungjawab secara moral dalam kehidupan organisasi maupun masyarakat.

Dekan FAI UNIMMA, Eko Kurniasih Pratiwi, S.E.I., M.S.I., menegaskan, kualitas kepemimpinan tidak ditentukan oleh posisi yang dimiliki seseorang, tetapi berdasarkan nilai-nilai yang dipegang dan diwujudkan dalam tindakan sehari-hari. 

“Seorang pemimpin tidak lahir dari jabatan yang disandangnya, melainkan dari kedalaman pemikirannya, kejujuran nuraninya, dan keberaniannya untuk menempatkan kebaikan bersama di atas kepentingan pribadi. Inilah yang digembleng dalam Sekolah Kepemimpinan, melahirkan pemimpin yang tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga memahami mengapa dan untuk siapa ia berbicara,” tuturnya.

Adapun melalui kegiatan tersebut menjadi bentuk komitmen UNIMMA dalam pengembangan karakter mahasiswa serta mendorong lahirnya pemimpin-pemimpin masa depan yang berlandaskan nilai, keilmuan, dan keberpihakan pada kemaslahatan bersama. (***)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved