Tanggapi Rocky Gerung soal Situng KPU, Rizal Ramli: Wah Satire Abis Ini

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menanggapi cuitan Rocky Gerung soal statistik Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Tanggapi Rocky Gerung soal Situng KPU, Rizal Ramli: Wah Satire Abis Ini
KOLASE TRIBUN JATENG
Rizal Ramli Tanggapi Rocky Gerung 

TRIBUNJATENG.COM- Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menanggapi cuitan Rocky Gerung soal statistik Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Hal tersebut terlihat melalui akun Twitter @RamliRizal pada Jumat (26/4/19).

Mulanya, Rocky Gerung menuliskan bahwa ada mata kuliah baru, yakni statistik pancasilais.

"Ada mata kuliah baru: Statistik Pancasilais," tulis Rocky.

Lantas, Rizal Ramli memberikan tanggapan bahwa cuitan Rocky Gerung sangat satire.

Rizal Ramli lantas menegaskan bahwa ilmu statistik netral dari proses sampiling dan inputing.

Rizal lantas mengatakan bahwa intrepretasi statistik diplintir-plintir.

"Wah satire abis ini Ilmu statistik mah netral. Proses sampling, inputing, dan interprestasinya bisa di-plintir2," tulis Rizal Ramli.

Sebelumnya, Rizal Ramli meminta Mahfud MD agar melihat kejadian di lapangan perihal KPU.

Rizal lalu mengibaratkan kasus KPU yang seharusnya tidak memiliki kesalahan sama sekali.

Bahkan, Rizal mengatakan ada yang tidak percaya sama sekali dengan KPU, Kamis (25/4/2019).

"Mas @mahfud_md, tolong lihat kejadian di lapangan, jangan hanya di KPU.

Pemilu ini diibaratkan pesawat terbang yang harus zero defect.

KPU sekarang ini nyaris sama statusnya dgn kasus Boeing 737Max semua maskapai penerbangan ga percaya lagi dan batalkan 737 Max.jangan sampai," tulis Rizal Ramli.

Menjawab hal itu, Mahfud mengatakan bahwa permasalahan KPU adalah sistem informasi penghitung suara (situng) yang salah input dengan C1.

Namun, menurut Mahfud, kejadian di lapangan sama-sama dianggap merugikan kedua paslon yang bertarung di Pilpres.

Kesalahan itu bahkan dihitung 1 berbanding 2500 entry data, yang artinya kecil.

"Mas @RamliRizal . Ini soal entry data C1 di situng @KPU_ID .

Kejadian di lapangan sih kita sama2 tahu, ke-2-nya sama.

Nanti ada forumnya di KPU, Bawaslu, Polisi, dan MK. Clearkan soal entry C1 dulu: Yg salah adl 0,0004% (1/2500) dan menimpa 2 paslon. Kalau perlu bukti sy DM, Mas," jawab Mahfud MD.

Cuitan Mahfud MD
Cuitan Mahfud MD ()

Lantas Mahfud MD mengatakan bahwa soal suara akan terbukti dihitung manual.

"Kalau ada nanya dlm kapasitas apa sy menilai @KPU_ID benar, maka bs ditanya jg: dlm kapasitas apa @RamliRizal dan @msaid_didu menilai KPU salah? Kita bkn siapa2 tp sama2 ingin mengemukakan kebenaran. Trs yg benar yg mana?Itu nanti akan terbukti di hitung manual dan forum hukum," tulis Mahfud MD.

Menanggapi hal itu, Rizal Ramli juga turut memberikan sindiran.

Ia mengandaikan bahwa dirinya diundang ke KPU, maka yang akan dibawa adalah rombongan sistem ahli analisis, IT, dan statistik.

Sehingga ia baru berani memberikan kesimpulan kalau kesalahan KPU kecil.

"Mas @mohmahfudmd @saididu ,, klo saya diundang ke @KPU_ID ,, saya akan bawa rombongan ahli2 system anakysis , IT, Statistics yang jago2 dan miliki acces ke Komputer KPU, baru saya berani simpulkan bahwa kesalahan KPU kecil. Klo ndak ora berani," tulis Rizal Ramli.

Diketahui, Mahfud MD juga sempat mengungkapkan soal kecurangan-kecurangan dalam Pilpres 2019.

Menurutnya, saat ini kinerja KPU sudah di jalan yang benar.

"Masyarakat perlu mengawasi, dan saat ini saya kira sudah mengawasi, sehingga KPU misalnya, menurut saya ya dalam pengamatan saya ini KPU sudah cukup berjalan dalam track yang benar," ungkap Mahfud MD, dikutip dari acara Metro Pagi Primetime, Selasa (23/4/2019).

"Misalnya isu-isu bahwa terjadi kecurangan dalam entry data, ke Situng, itu kan dengan mudah bisa dikontrol," sambungnya.

Menurutnya, kesalahan entry data ini masih sedikit, dibanding entry data yang benar.

"Ini sampai dengan semalam [Senin (22/4/2019)], kesalahan entry data ini hanya 87 dari 179 ribu TPS yang sudah dientry," kata Mahfud MD.

"Itu kan hanya 1/2.000, tapi kalau dihitung sekarang yang sudah diperbaiki, sekarang misalnya jadi seper empat ribu, artinya dari 4.000 TPS, hanya 1 yang keliru."

"Tapi ini bukan untuk membenarkan kesalahan ya, oleh karena itu masyarakat jangan percaya pada hoaks," sambung Mahfud MD. (*)

Penulis: Wahyu Ardianti Woro Seto
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved