Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kisah Masa Kritis Majapahit Sebelum Akhirnya Terkubur Selama-lamanya

Demikian ditulis Dr Muhammad Yamin di bagian penutup buku “Gajah Mada: Pahlawan Persatuan Nusantara”, yang ditulisnya tahun 1945.

Editor: galih permadi
ISTIMEWA
Petugas BPCB Jatim sedang mengukur struktur bangunan yang diduga situs kuno berupa saluran air di Dusun Dukuhngarjo, Desa Dukuhngarjo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Kamis (6/12/2018) 

TRIBUNJATENG.COM, YOGYA -  “Setelah Gajah Mada dan Hayam Wuruk meninggal, maka negara Majapahit seolah-olah terjun jatuh ke bawah dari tempat yang tinggi sekali, dengan tidak disambut angkatan muda yang diberi hati dan diberi darah seluas samudera.”

Demikian ditulis Dr Muhammad Yamin di bagian penutup buku “Gajah Mada: Pahlawan Persatuan Nusantara”, yang ditulisnya tahun 1945.

Apa yang dikatakan tokoh kemerdekaan Indonesia itu benar adanya.

Kejayaan Majapahit berangsur surut setelah di puncak kejayaan antara tahun 1350 hingga 1370 Masehi.

Duet Raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada sukses menancapkan pengaruh dan kekuasaan Majapahit hingga Selat Malaka.

Heboh Viral Video Detik-detik Baku Tembak Penangkapan Kawanan Perampok di Jalan Yogya Purworejo

Menteri Susi: Catat! Tanggal 4 Mei Kita Akan Tenggelamkan 51 Kapal, Terbanyak dari Vietnam

Gara-gara Pilpres, Cak Nun Didatangi 7 Orang dari Mabes Polri Membicarakan Hal Ini

Kisah Runtuhnya Keraton Kartasura : Harta Kerajaan Bertumpuk di Pintu Gerbang Gagal Dibawa Lari

Tahun 1478, Raja Krtabhumi tewas saat Girindrawarddhana Dyah Ranawijaya dari Kadiri menggempur kedaton ibukota Majapahit di Trowulan.

Inilah masa kritis Majapahit sebelum terkubur selama-lamanya oleh serbuan Pati Unus dari Demak.

Pertentangan Krtabhumi dan Ranawijaya ini jauh sebelumnya telah dimulai ketika meletus konflik antara Wikramawardhana dan Bhre Wirabhumi.

Wikramawardhana adalah menantu Hayam Wuruk.

Ia memperistri Kusumawardani, putri Hayam Wuruk dari permaisurinya yang ia jadikan pewaris tahta.

Wikramawardana sendiri masih terhitung keponakan Hayam Wuruk, karena ia putra Bhre Pajang Rajasaduhiteswari, adik sang raja.

Sementara Bhre Wirabhumi lahir dari istri selir, yang tak berhak atas tahta.

Ia hanya diberi wilayah di Blambangan (Banyuwangi).

Serat Pararaton mencatat awal pertikaian pada tahun 1323 Saka (1401 Masehi) ini sebagai mula-mula perang Paregreg.

Wirabhumi akhirnya dikalahkan, tertangkap dan kemudian dihukum mati pada tahun 1405 Masehi.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved