Alasan Sopir Tak Lewat Jalan Tol dan Istirahat Ngadem Ban

Kebanyakan dari sopir mengaku jatah uang jalan dari bosnya tidak termasuk bayar uang tol di Pantura Jawa. Sehingga sopir pilih jalur bukan tol

Alasan Sopir Tak Lewat Jalan Tol dan Istirahat Ngadem Ban
Tribun Jateng/Yasmine Aulia Gunawan
Ilustrasi truk besar 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Ada beberapa pertimbangan bagi sopir truk sehingga memilih jalan bukan tol.

Kebanyakan dari sopir mengaku jatah uang jalan dari bosnya tidak termasuk bayar uang tol di Pantura Jawa. Sehingga sopir pilih jalur bukan tol supaya ada sisa dana baginya.

Selain itu, ban truk yang angkut beban berat, misalnya di atas 10 ton, maka harus berhenti untuk pendinginan ban serta ngadem mesin.

Sekitar satu jam berhenti sudah cukup untuk bikin ban truk dingin lagi. Truk muatan berat ngebut di jalan bisa bikin ban cepat panas sehingga riskan pecah ban. Itu yang sering terjadi.

"Truk yang lewat tol berarti benar-benar sudah dipertimbangkan tidak bisa lewat jalur biasa. Misalnya target kejar waktu atau jalur non tol padat merayap, maka harus lewat tol tak ada pilihan lain," kata Andika seorang sopir truk.

Pengamat Transportasi Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno menilai ada angkutan barang yang memang membutuhkan cepat tiba di tujuan.

Namun ada juga angkutan barang tidak perlu cepat sampai di tujuan.

“Percuma cepat tiba di tujuan jika masih harus menunggu beberapa hari antre bongkar muat barang. Barang yang diangkut itu seperti layaknya gudang berjalan.

Sementara angkutan barang yang perlu tepat waktu tiba, seperti ikan segar, lombok dan sayur mayur. Jika terlambat, harga jual bisa turun atau barang rusak,” imbuhnya.

Maka jangan heran jika selama ini ada truk pilih lewat jalan pantura bahkan ngebut zig zag untuk menyalip kendaraan.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved