Di Jateng, Transportasi Udara Kalah Populer Dibanding Transportasi Laut, Berikut Data BPS
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, hingga bulan Maret 2019, menunjukan ada pergeseran peminat transportasi dari udara ke laut.
Penulis: rival al manaf | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, hingga bulan Maret 2019, menunjukan ada pergeseran peminat transportasi dari udara ke laut.
Hal itu terlihat dari jumlah keberangkatan dan kedatangan penumpang domestik di bandara dan pelabuhan yang ada di Jateng.
Meski pada Maret lalu jumlah keberangkatan dan kedatangan domestik di bandara yang ada di Jateng meningkat dari bulan Februari.
Namun, jika disandingkan dengan Maret 2018 tetap menunjukan penurunan sekitar 31 persen.
Akhir triwulan pertama 2019 BPS mencatat ada 212.297 keberangkatan domestik di tiga bandara yang beroperasi di Jateng.
Jumlah itu meningkat jika dibanding Februari yang hanya ada 193.553 keberangkatan domestik, namun jauh di bawah Maret 2018 yang mencapai 308.891 keberangkatan domestik.
Kedatangan domestik juga mengalami tren yang sama, secara year on year ada penurunan dari 319.414 kedatangan domestik ke 218.566 kedatangan domestik.
Bahkan jika dibandingkan dengan Maret 2017 pun, keberangkatan maupun kedatangan domestik masih mengalami penurunan.
"Kalau di lihat, untuk penerbangan internasional trennya justru berbeda baik keberangkatan atau kedatangan jika dibandingkan per bulan atau per tahun keduanya sama-sama mengalami kenaikan," terang kepala BPS Jateng, Sentot Bangun Widoyono dalam jumpa pers, di Gedung BPS Jalan Pahlawan Semarang, Kamis (2/5/2019).
Jika diperbandingkan dalam month to month keberangkatan internasional mengalami kenaikan 10,96 persen dan kedatangan internasional ada pertumbuhan 30,29 persen. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, peningkatan akan tampak lebih fantastis yaki 76,16 persen dan 93,08 persen.
"Nah yang menarik kini justru transportasi laut justru mengalami kenaikan angka keberangkatan dan kedatangan yang lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya," beber Sentot lebih lanjut.
Dari tiga pelabuhan penumpang yang ada di Jateng yakni Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Pelabuhan Kartini Jepara, dan Karimunjawa semuanya mengalami peningkatan.
Jumlah keberangkatan dan kedatangan mencatatkan angka tertinggi selama tiga tahun terakhir di luar periode arus mudik dan balik.
"Keberangkatan ada di angka 25920 naik dari 17835 dari bulan lalu, 18665 di tahun 2018 dan 6461 di tahun 2017. Sedangkan kedatangan Maret ini ada di angka 24646 naik dari 17033 di bulan lalu dan 10468 pada tahun 2018," bebernya.
Jika dilihat dari tahun ke tahun peningkatan mencapai 135 persen.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kondisi-di-terminal-bandara-jenderal-ahmad-yani-semarang.jpg)