Jumat, 1 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Heboh Daerah Calon Ibu Kota yang Baru, Hanum Rais Usulkan Boyolali, Begini Cuitannya

Anak perempuan Amien Rais, Hanum Salsabiela Rais, memberikan usulan terkait wilayah yang berpotensi menjadi ibu kota baru Indonesia

Tayang:
Editor: muslimah
instagram
Hanum Salsabiela Rais 

TRIBUNJATENG.COM - Anak perempuan Amien Rais, Hanum Salsabiela Rais, memberikan usulan terkait wilayah yang berpotensi menjadi ibu kota baru Indonesia.

Wilayah tersebut yang akan menjadi pengganti Jakarta sebagai ibu kota negara yang baru.

Bukannya memilih wilayah di luar Jawa, Hanum justru memilih satu wilayah di Jawa.

Tepatnya di Jawa Tengah, yakni Boyolali.

Jawaban Hanum ini merupakan tanggapan dari sebuah cuitan seorang warganet di Twitter yang membuat voting pemilihan wilayah untuk kandidat ibu kota negara.

Voting dibuat oleh akun @haris_azhar, Rabu (1/5/2019).

Ia memberikan empat opsi wilayah.

Berikut isi cuitannya:

Kota yg cocok jadi Ibukota RI? kalau tdk setuju pindah silahkan retweet.

- Cianjur

- Kutaraja

- Ambon

- Palangkaraya

Tak satu pun wilayah yang menjadi pilihan menjadi jawaban Hanum.

Lantaran ia lebih memilih Boyolali sebagai jawabannya.

"Ke boyolali dong.." tulis Hanum.

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, menyebut ada tiga wilayah yang berpotensi menjadi ibu kota baru pengganti Jakarta.

"Kalau lihat dari peta kebencanaan, saya tidak mengatakan bahwa ini adalah kandidat-kandidatnya (jadi Ibu Kota)," ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, Jakarta, Selasa (30/4/2019), dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com.

"Berdasarkan peta kebencanaan itu Sumatera bagian timur itu relatif risiko bencananya kecil, Kalimantan keseluruhan dan Sulawesi bagian selatan, khususnya Sulawesi Selatan," sambung dia.

Bambang enggan mengungkapkan lebih rinci terkait daerah yang potensial menjadi Ibu Kota Negara.

Termasuk saat sejumlah wartawan menanyakan beberapa kota yang sebelumnya ramai akan dijadikan Ibu Kota misalnya Palangkaraya.

Soal dana, Bambang menyebut, perkiraan biaya untuk membangun ibu kota baru seluas 40.000 hektar mencapai Rp 466 triliun.

Lahan seluas 40.000 hektar dibutuhkan jika jumlah penduduk mencapai 1,5 juta jiwa yang terdiri dari seluruh aparatur sipil negara termasuk anggota TNI-Polri.

Adapun skenario kedua, dengan keperluan luas lahan 30.000 hektar, diperkirakan membutuhkan biaya Rp 323 triliun dengan jumlah orang yang bermigrasi yakni 870.000 jiwa.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menyetujui usulan soal pemindahan ibu kota.

Ia juga mempertimbangkan tiga wilayah kandidat ibu kota baru.

"Bisa di Sumatera tapi kok nanti yang timur jauh, di Sulawesi agak tengah tapi di barat juga kurang, di Kalimantan, kok di tengah tengah," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, pemerintah tak bisa buru-buru memutuskan lokasi Ibu Kota baru.

Sebab, banyak hal yang mesti dikaji.

"Ada 3 kandidat tapi memang belum diputuskan kita harus cek dong secara detail meskipun ini tiga tahun ini kita bekerja kesana bagaimana mengenai daya dukung lingkungan, air, kebencanaan banjir, gempa bumi seperti apa," kata dia.

Yang pasti, dalam rapat kabinet kemarin Jokowi sudah memutuskan bahwa Ibu Kota baru akan berlokasi di luar Pulau Jawa.

Sebab, Jokowi menilai pulau Jawa sudah terlalu padat penduduk.

"Kita ini memiliki 17.000 pulau tapi di Jawa sendiri penduduknya 57 persen dari total penduduk di Indonesia, kurang lebih 149 juta."

"Sehingga daya dukung baik terhadap air, baik terhadap lingkungan, baik lalu lintas, semuanya memang ke depan sudah tidak memungkinkan lagi," kata dia. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Anak Amien Rais, Hanum Rais Usulkan Boyolali Jadi Ibu Kota Baru, Begini Cuitannya

Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved