Antisipasi Lonjakan Harga Sembako, Pemkab Temanggung Gelar Pasar Murah di 21 Titik Selama Ramadan
Pemerintah Kabupaten Temanggung bakal menggelar pasar murah di 21 titik untuk mengantisipasi lonjakan harga jelang Idul Fitri.
Penulis: yayan isro roziki | Editor: suharno
TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop-UMKM), bakal menggelar pasar murah di 21 titik berbeda yang ada di Kota Tembakau.
Hal ini untuk mengantisipasi lonjakan harga saat Ramadan dan jelang perayaan hari raya Idul Fitri.
"Rencananya akan digelar di 21 titik. Yakni, di masing-masing kecamatan, serta satu titik lagi di komplek rumah dinas bupati: Pendopo Pengayoman," kata Kepala Disperindagkop-UMKM, Rony Nurhastuti, Kamis (8/5/2019).
Menurut Nurhastuti, sejatinya memasuki Ramadan, lonjakan harga-harga kebutuhan pokok tak signifikan.
Kendati demikian, Pemkab tetap akan menggelar pasar murah bagi masyarakat.
"Pasar murah akan mulai dibuka pada 13 Mei mendatang, giliran pertama di Kecamatan Gemawang," ujarnya.
• Driver Ojek Online di Kranggan Temanggung Iuran untuk Sewa Lahan Dijadikan Shelter
Selanjutnya, sambungnya, pasar murah akan digelar di masing-masing kecamatan dan akan berakhir di Pendopo Pengayoman Temanggung pada tanggal 29 Mei 2019.
"Nanti dalam pasar murah, harga kebutuhan pokok mendapat subsidi dari pemerintah, untuk meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya," tutur Nurhastuti.
Dikatakan, pada tahun lalu, tiap item yang dijual di pasar murah mendapat alokasi subsidi Rp1.500.
Menurut dia, pada tahun ini alokasi subsidi naik Rp500, sehingga subsidi menjadi Rp2.000 per item yang dijual.
"Karena ini barang disubsidi pemerintah, maka akan ada pembatasan pembelian," tuturnya.
Menurut dia, pembatasan dilaksanakan agar masyarakat yang dapat membeli barang-barang di pasar murah nanti lebih merata.
"Kalau tidak dibatasi, dihawatirkan akan ada oknum yang mengambil keuntungan dari gelaran tersebut," ucapnya.
• Relawan Prabowo-Sandiaga Gruduk Bawaslu Temanggung Karena Baliho Kemenangan Diturunkan Petugas
Ia berharap, selain dapat mengurangi beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok, pasar murah juga sebagai ajang 'rekonsiliasi' antar masyarakat pascapilpres 2019.
"Pileg dan Pilpres kemarin, tak dipungkiri berpotensi membuat renggang hubungan antar masyarakat karena beda pilihan, sekarang mari kita lupakan, dan rajut kembali silaturrahim dan persatuan," pungkasnya. (yan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pasar-murah-telur-digelar-di-pasar-gede-solo_20180720_102420.jpg)