Rabu, 3 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Masjid Agung Demak Jadi Tempat Favorit Para Musafir Berbuka Puasa

Berbagai umat muslim dari berbagai daerah berduyun-duyun menunaikan salat fardhu dan salat sunnah di Masjid Agung Demak, Jumat (10/5/2019).

Tayang:
Penulis: Alaqsha Gilang Imantara | Editor: suharno
TRIBUN JATENG/ALAQSHA GILANG IMANTARA
Masjid Agung Demak yang terletak di alun - alun Demak. 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Umat muslim dari berbagai daerah berduyun-duyun menunaikan salat fardhu dan salat sunnah di Masjid Agung Demak, Jumat (10/5/2019).

Hal istimewa yang sering dan selalu ditunggu para musafir saat Ramadan di Masjid Agung Demak adalah hidangan takjil sumbangan para dermawan asal Demak dan sekitarnya.

Tak jarang, sebagian umat muslim sengaja bermalam pada tanggal-tanggal ganjil di 10 malam terakhir dan beritikaf di masjid berharap berkah Ramadan.

"Menunya sih sebenarnya biasa saja dan bisa ditemui di warung-warung makan.

Satu yang membuat beda adalah suasana masjidnya yang bersejarah karena peninggalan Raja Demak dan Walisanga," kata Abdul Kholiq (50), seorang pengunjung.

KH. Abdul Rozak, Imam Masjid Agung Demak Ajak Masyarakat Jaga Tali Silaturahim Selama Ramadan

Ketua Takmir Masjid Agung Demak, H Abdullah Syifa didampingi Sekretaris Takmir HM Suharso, mengatakan demi menyongsong datangnya Lailatul Qadar, banyak umat muslim mengisi malam likuran dengan bersalat tasbih.

Kemudian semaan ayat-ayat suci Alquran yang ditadaruskan di Masjid Agung Demak hingga menjelang waktu sahur.

Setelah itu dilanjutkan dengan salat subuh berjamaah.

"Setiap malam pada salat tarawih yang dirangkai dengan salat Isya ayat Alquran yang dibacakan sebanyak 1 1/4 hingga 1 1/5 juz.

Hingga pada malam ke-25 nanti kami khataman karena total surat yang dibaca ada 30 juz," ungkapnya, Jumat (10/5/2019).

Agar keutuhan bacaan ayat-ayat suci Alquran dalam Sholat Tarawih terjaga, sholat sunah berjamaah yang digelar di Masjid Agung Demak selama Ramadan diimami seorang hafidz.

Dia didampingi dua orang penyemak yang juga hafal Quran.

Menurutnya, karena dibangun oleh Waliyullah, muncul keyakinan sebagian masyarakat bahwa ibadah Ramadan terasa kurang afdol jika belum dilaksanakan di Masjid Agung Demak.

Baik puasa, tarawih, itikaf maupun tadarus.

"Sultan Fatah dan Walisanga menjadikan Masjid Agung Demak sebagai tempat mustajab memanjatkan doa bagi para pejabat dan jenderal," ucapnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved