Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PMII Komisariat UIN Walisongo Semarang Isi Ramadhan dengan Kajian Kitab Karya Kyai Ali Ma'sum

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UIN Walisongo, adakan kegiatan rutin pengajian kitab Hujjah Ahli Sunnah Wal Jamaah, karya Kyai

Penulis: Moch Saifudin | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/MOCH SAIFUDIN
Pengajian Kitab Hujjah Ahlu Sunnah Wal Jamaah di Masjid Kampus 3 UIN Walisongo. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UIN Walisongo, adakan kegiatan rutin pengajian kitab Hujjah Ahli Sunnah Wal Jamaah, karya Kyai Ali Ma"sum, Yogyakarta.

Agenda tersebut bertujuan mengkaji lebih dalam amaliah warga muslim yang mengikuti ajaran Ahlu Sunnah Wal Jamaah.

Dalam kitab tersebut dijelaskan, bahwa amaliah tersebut merupakan ibadah furuiyyah (cabang) bukan suatu Ushul (prinsip) dalam Islam.

Tidak semestinya diperdebatkan secara berlebihan, hingga memakan suatu korban.

Karena setiap faham memiliki metode pemahaman dan ijtihad yang berbeda.

Dalam muqodimahnya disebutkan, Kyai Ali Ma"sum merasa gelisah dengan adanya santri secara umum yang tidak tahu landasan amal yang biasa mereka perbuat.

Sampai pada akhirnya, dengan rendah hati Kyai Ali Ma"sum menulis kitab tersebut dengan harapan setiap santri bisa mengetahui landasan hadis maupun ijma" ulama yang dipakai dalam menetapkan sebuah tradisi Ahlu Sunnah Wal Jamaah.

Seperti halnya bab sholat tarawih.

Ustaz pengkaji dalam kegiatan tersebut, Gigih Firmansyah menjelaskan, amaliah tersebut berdasarkan Hadis yang diriwayatkan Siti Aisyah dan Ijma" Ulama pada zaman Kholifah Umar Bin Khattab.

Ia menjelaskan, pada halaman 28-30, menurut pendapat yang masyhur, penulis menjelaskan Nabi Muhammad SAW keluar tiga malam pada bulan Ramadhan secara terpisah.

Yaitu tanggal 23, 25, dan 27 Ramadhan.

Adapun Nabi tidak keluar di malam 29 karena welas asih kepada para sahabat.

Nabi khawatir sholat tersebut dianggap wajib oleh para sahabat.

Kemudian, Nabi sholat sunnah di masjid, dan banyak orang mengikuti Nabi pada malam-malam tersebut.

Nabi sholat delapan rakaat di masjid, empat salaman, kemudian menyempurnakannya 20 rakaat sendiri di rumah, lalu para sahabat pun mengikutinya.

Lanjutnya, Sahabat Umar Bin Khattab pada zaman pemerintahannya mengorganisir orang untuk melakukan Sholat Tarawih 20 rakaat pada setiap masjid.

"Kemudian orang-orang di zaman Umar mengikutinya dan tidak ada seorang sahabat pun yang menentang.

Lalu kebiasaan tersebut berlangsung sampai zaman Khulafaur Rasyidin," jelasnya.

Ketua panitia, Fauzi, mengatakan acara tersebut terbuka untuk umum.

Dimulai sekira pukul 16.00 WIB sampai adzan maghrib di hari Senin sampai Jumat di Masjid Kampus 3 UIN Walisongo.

Lanjutnya, selain itu tersedia kitab gratis Hujjah Ahlu Sunnah Wal Jamaah Karya Kyai Ali Ma"sum, dan takjil bagi peserta yang mengikutinya.

"Harapannya, dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, peserta dapat memahami sumber amaliah Nahdlatul Ulama.

Selain itu dengan mengkaji kitab bandongan tersebut, bisa meneruskan tradisi pengajian kitab bandongan sebelumnya," jelasnya, Jumat (10/05/2019).

Adapun dalam kitab tersebut terdapat sepuluh bab pembahasan, di antaranya; pendahuluan, Kirim Do"a Kepada Orang yang Sudah Meninggal, Sholat Sunah Qobliyah Jumat, Talqin Jenazah setelah Dikubur, Sholat Tarawih, Penetapan Bulan Ramadhan dan Syawal, Ziarah Kubur, Nikmat Kubur dan Adzabnya, Ziarah ke Makam Rasulullah, Penjelasan Tawasul Kepada Para Nabi, Ulama", dan Orang-orang Sholeh. (Ivo)

Jenderal TNI Ngamuk di Acara Kopassus, Banting Baret Merah

Kronologi Bentrok PSHT dan PSH Winongo di Wonogiri, Kasat Reskrim Dikeroyok di SPBU

Temukan Minyak, Negeri Kecil Ini Bakal Menjadi yang Terkaya di Dunia 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved