Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Beredar Video Diduga Meteor di Probolinggo, Ternyata Terbukti Hoaks, Ini Penjelasannya

Atas maraknya video viral tersebut, Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto sebenarnya sudah mengungkapkan bahwa itu hoaks

Editor: muslimah
Facebook: Epank Kerrong Emmak
Viral sebuah video yang diduga meteor jatuh berlokasi di Probolinggo beredar di media sosial Facebook pada Minggu (5/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM - Minggu lalu (5/5/2019), sebuah video yang menunjukkan benda bercahaya diduga meteor melintas di langit Probolinggo, Jawa Timur viral di Facebook.

Atas maraknya video viral tersebut, Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto sebenarnya sudah mengungkapkan bahwa itu hoaks.

"Itu tidak benar," ujar Eddwi dalam pemberitaan Kompas.com dalam judul Hoaks, Video Hujan Meteor Turun di Langit Probolinggo.

Senada dengan yang diutarakan Eddwi, astronom amatir Indonesia Marufin Sudibyo juga mengatakan video viral tersebut hoaks.

Dalam laman blog pribadi Marufin ekliptika.wordpress.com, dia menjelaskan fenomena meteor jatuh itu tidak terjadi di langit Pasuruan atau Probolinggo, Jawa Timur.

Marufin menganalisis video singkat berdurasi 18 detik yang kemungkinan besar direkam oleh telepon seluler itu.

Video memang menunjukkan cahaya kehijauan sangat terang yang seakan berekor dan melintas cepat.

Hal ini memberi kesan bahwa itu adalah meteor terang (fireball).

Akan tetapi pada awal dan akhir video tampak sumber cahaya lain yang tak kalah terang.

Sumber cahaya lain ini kemungkinan besar adalah lampu jalan yang memancarkan cahaya kekuningan.

Sementara sumber cahaya di akhir video terlihat memancarkan cahaya putih serupa dengan cahaya sang meteor yang melintas di atas tutupan awan.

Kesan ini mengindikan sumber cahaya putih tersebut cukup tinggi, jauh melampaui ketinggian awan dan besar kemungkinan memang berasal dari benda langit.

"Berdasarkan pengalaman, hanya ada satu benda langit yang cukup terang dan menyajikan kesan seperti itu jika direkam dengan telepon seluler, yakni Bulan," tulis Marufin dalam blognya.

Persoalannya menurut Marufin, fenomena di langit Pasuruan dan Probolinggo diduga terjadi pada Minggu malam, ketika sore harinya Indonesia menggelar rukyutal hilaal guna menentukan 1 Ramadhan 1440 H.

"Perhitungan astronomi menunjukkan bagi kawasan pulau Jawa, pada saat itu Bulan sudah terbenam dalam tempo 25 menit pasca terbenamnya Matahari.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved