Gus Nuril: Tidak Ada Lagi 01 atau 02, Adanya 03
Pengasuh Pondok Pesantren Soko Tunggal Semarang, Nuril Arifin atau akrab disapa Gus Nuril, mengajak masyarakat untuk beranjak dari hiruk pikuk Pemilu
Penulis: Jamal A. Nashr | Editor: m nur huda
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Jamal A Nashr
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pengasuh Pondok Pesantren Soko Tunggal Semarang, Nuril Arifin atau akrab disapa Gus Nuril, mengajak masyarakat untuk beranjak dari hiruk pikuk Pemilu 2019. Menurutnya sudah tidak ada lagi kubu 01 atau 02.
"Sudah tidak ada lagi 01 atau 02. Kita kembali kepada Pancasila 03, persatuan Indonesia," sebut Gus Nuril, di Semarang, Jumat (10/5/2019) malam.
Menurutnya, terlepas dari sejumlah kekurangan, KPU telah berhasil menjalankan Pemilu 2019.
KPU merupakan produk parlemen yang dilindungi Undang-undang tidak bisa dianulir hanya melalui pendapat sebuah kelompok.
"Saya melihat ini sebuah prestasi, terbukti dari apresiasi negara-negara yang telah memberikan ucapan. Pengalaman berdemokrasi sangat berharga," ucapnya.
Ia juga berpesan kepada TNI dan Polri untuk tidak ragu mengawal pelaksanaan Pemilu 2019 hingga tuntas. Gus Nuril mengajak masyarakat untuk menjaga KPU.
"Kalau sekarang kalah itu biasa, besok nyalon lagi. Kecuali kalau tidak boleh nyalon lagi, persoalannya sederhana," katanya.
Ia mengatakan, Indonesia merupakan negara demokrasi yang menjunjung nilai keagamaan.
Gus Nuril mengajak masyarakat untuk mendoakan anggota KPPS yang meninggal setelah pelaksanaan Pemilu 2019.
"Di Indonesia mau mengaji tiap malam, tiap hari di TV, mulai dari maulid nabi sampai isra miraj, idul fitri, natal, nyepi semua dibolehkan. Di dunia tidak ada pelaksanaan agama sebaik di Indonesia," sebutnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pengasuh-pondok-pesantren-soko-tunggal-semarang-nuril-arifin-atau-gus-nuril.jpg)