Prediksi Macet Parah di Exit Tol Bawen, Ini Langkah Antisipasi Dishub
Persiapan Dinas Perhubungan Jawa Tengah menghadapi musim mudik 2019 semakin dimatangkan.
Penulis: faisal affan | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Persiapan Dinas Perhubungan Jawa Tengah menghadapi musim mudik 2019 semakin dimatangkan.
Beberapa titik kemacetan sudah dipetakan hingga memaksimalkan jalur alternatif baru.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Satriyo Hidayat, mengatakan, sudah mempersiapkan seluruh rambu jalan di Jawa Tengah.
Namun yang akan ditambah nantinya adalah papan petunjuk di jalur atlernatif terbaru.
"Semenjak adanya tol trans Jawa, ada beberapa pintu keluar yang menghubungkan jalur alternatif baru.
Misalnya exit tol Colomadu, Ngasem. Itu kalau belok kiri ke Kartasura, tapi kalau ke kanan jalur alternatif baru. Nah, disitulah yang akan kami beri papan petunjuk supaya pemudik lebih jelas akan kemana," bebernya usai mengisi acara Prime Topic Trijaya FM di Hotel Noormans Semarang, Rabu (15/5).
Justru yang masih ia sayangkan adalah penerangan jalan yang belum maksimal. Dari 9.800 penerangan jalan yang dibutuhkan, hanya 4.800 penerangan jalan saja yang sudah ditambahkan.
"Jadi masih kurang 5.000 penerangan jalan. Ini terus kami koordinasikan dengan Kabupaten/Kota supaya secepatnya dipasang. Khusus jalur alternatif, kami akan memasang deleniator. Itu seperti pagar pembatas jalan yang diberi stiker scotlite supaya pengemudi tahu lebar jalannya," tuturnya.
Sedangkan titik kemacetan yang ada di Jawa Tegah ia memperkirakan ada sebanyak 14 titik. Dari sekian titik kemacetan, Satriyo memprediksi yang paling parah nanti ada di exit tol Bawen.
"Sebab jarak antara exit tol dan terminal Bawen hanya 200 meter. Saat ini sedang kami viralkan bagi pemudik arah Yogya disarankan keluar exit tol Kartasura saja.
Saya sendiri sudah coba dan lebih cepat dibandingkan harus keluar dari Bawen melalui Magelang dan masuk Jogja.
Kalau tidak, bisa keluar exit tol Weleri nanti ambil arah Temanggung, Magelang, lalu masuk Jogja. Lebar jalannya sudah 7 meter dan penerangan jalan ada sekitar 30%," paparnya.
Sedangkan di jalur pantura titik kemacetan ada di pasar Brebes, kemudian masuk Pekalongan di Wiradesa. Hal ini bisa terjadi karena Pekalongan tidak memiliki ring road. Sehingga tidak ada pemecah arus lalu lintas.
"Tahun 2017 panjang kemacetan di Pekalongan mencapai 15 kilometer. Tahun 2018 turun jadi 10 kilometer. Diharapkan tahun 2019 semakin turun. Selain tidak ada ring road, di sana juga ada dua perlintasan kereta api," ucapnya.
Kemudian memasuki Kota Semarang, Pasar Mangkang akan jadi titik kemacetan di jalur pantura. Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan jajarannya dan pihak kepolisian untuk bisa mengurai kemacetan.
"Titik kemacetan yang cukup lumayan mungkin itu saja. Untuk lainnya seperti exit tol Ngemplak, Ungaran, Ngasem, Boyolali, Weleri, Kaliwungu saya tidak begitu khawatir. Tapi kami tetap siaga," tutupnya.(afn)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tol-bawen_20160505_164027.jpg)