Selasa, 12 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pendukung Paslon 02 di Kabupaten Tegal Ini Turut Menyerukan Tolak People Power

Seharusnya, kata Jamjuri, masyarakat sudah bisa kembali dalam kehidupan yang damai dan iklim sejuk usai rampungnya Pemilu pada bulan lalu

Tayang:
Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: muslimah
Tribunjateng.com/Akhtur Gumilang
Jamjuri (tengah, baju biru), Pendukung Paslon 02 memimpin pembacaan deklarasi aksi tolak people power di sela-sela acara buka puasa bersama, di Lapangan Aspol Kalibliruk, Kecamatan Slawi, Kamis (16/5/2019) petang kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Tak hanya dari para tokoh agama, sejumlah warga pendukung Capres-Cawapres Paslon 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Kabupaten Tegal pun turut menyerukan tolak people power.

Mereka yang saat Pemilu 17 April 2019 lalu memiliki Prabowo itu adalah Jamjuri (51) dari Desa Pangkah, Kecamatan Pangkah dan Muhadi (45), Warga Desa Sidaharja Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal.

Mereka berdua deklarasikan aksi tolak people power bersama para pendukung kubu capres 01 di Kabupaten Tegal, di sela-sela acara buka puasa bersama yang diselenggarakan Polres Tegal di Lapangan Aspol Kalibliruk, Kecamatan Slawi, Kamis (16/5/2019) petang kemarin.

Dalam hal ini, Jamjuri mengambil aba-aba dan memimpin pembacaan deklarasi tolak aksi people power dengan diikuti ratusan warga lainnya yang hadir pada acara buka bersama itu.

"People Power tidak sesuai dengan kepribadian bangsa kita yang menjunjung demokrasi. people power dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Mari kita bersama untuk menolak ajakan people power demi indonesia yang lebih maju," teriak Jamjuri, memimpin ratusan warga lainnya saat membacakan deklarasi.

Seharusnya, kata Jamjuri, masyarakat sudah bisa kembali dalam kehidupan yang damai dan iklim sejuk usai rampungnya Pemilu pada bulan lalu.

"Seharusnya, kita serahkan ke KPU saja segala hasilnya. Meski saat Pemilu lalu memilih 02, bagi saya, ajakan people power itu inkonstitusional dan dapat memecah belah persatuan. Yuk, mari kita jaga kebhinekaan dan NKRI," kata Jamjuri saat ditemui Tribunjateng.com, di sela acara.

Sementara, hal serupa diungkapkan juga oleh Muhadi yang saat Pemilu 2019 lalu memilih Paslon Prabowo-Sandiaga.

Menurut Muhadi, isu people power jangan sampai merusak kedamaian dan ketentraman yang ada di Kabupaten Tegal.

"Saya berharap Kabupaten Tegal tetap damai dan sejuk. Kalau ada yang mengganjal, seharusnya lewat jalur hukum dan bisa ke Mahkama Konstitusi," cetus Muhadi.

Maka dari itu, kedua belah pihak juga sepakat menyatakan siap mendukung dan membantu TNI-Polri dalam menciptakan suasana yang aman dan tentram.

Apalagi saat ini, tengah dalam suasana bulan Suci Ramadhan, bulan yang penuh ampunan dan kasih sayang.

Perwakilan pendukung Capres-cawapres 01, Rudi Petir (47), Warga Slawi Kulon, Kecamatan Slawi itu mengatakan sangat mendukung acara deklarasi damai bersama Pendukung 02 yang digagas Polres Tegal.

"Setelah dalam Pemilu kemarin kita mendukung Capres 01 Bapak Joko Widodo, kini kita siap untuk menciptakan suasana damai bersama-sama," kata Rudi.

Sementara itu, Kapolres Tegal AKBP Dwi Agus Prianto berkomitmen dan sangat mengapresiasi niat baik kedua pendukung Capres di Kabupaten Tegal untuk sama-sama menciptakan suasana damai.

"Kegiatan Ini (Deklarasi) sangat baik dan menyejukan suasana sehingga harus didukung dan patut diapresiasi," kata Dwi Agus kepada Tribunjateng.com. (TRIBUN JATENG/GUM).

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved