Warga Semarang yang Ditangkap Densus 88 di Gresik, Sudah Tak Lagi Tinggal di Banyumanik

Warga Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik Kota Semarang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror di Gresik.

Warga Semarang yang Ditangkap Densus 88 di Gresik, Sudah Tak Lagi Tinggal di Banyumanik
PERSDA NETWORK/BINA HARNANSA
Ilustrasi/Densus 88 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Terduga teroris asal Kota Semarang yang diamankan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri di Gresik, AS (43), sudah tiga tahun ini tak menampati rumahnya di Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik Kota Semarang.

Sejak ditinggalkan, rumah tersebut dikontrakkan.

Menurut penuturan Ketua RW setempat, AS meninggalkan rumahnya karena dipindahtugaskan oleh tempatnya bekerja ke Gresik.

Sebelumnya, sejak menikah ia bersama isteri dan tiga anaknya tinggal di rumah tersebut.

"KTP-nya masih sini. Orang tersebut sudah pindah sejak tiga tahun yang lalu. Sebelumnya tinggal di sini. Sekarang mungkin rumahnya dikontrakkan," sebut Ketua RW 3 Kelurahan Srondol Wetan, Agus Sutoro (58), Minggu (19/5/2019).

Teroris Yang Ditangkap Polisi Malaysia Pernah Intai Gereja di Yogya

Rumah di Banyumanik tersebut merupakan milik mertua AS.

Saat ini, kedua mertua AS telah meninggal dunia. Ketika tinggal di sana, AS dikenal terbuka dengan warga sekitar. Namun, isterinya agak tertutup.

"Saya dapat kabar dia diamankan dari salah satu ketua RT di lingkungan sini. Saya tidak melihat ada aparat yang datang setelah itu," katanya.

AS diamankan oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri di sebuah perumahan di Gresik Jawa Timur Sabtu (18/5/2019) pukul 04.45. Ia diamankan di depan musala lingkungan tempat tinggalnya.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji mengatakan, jumlah pengamankan terduga teroris di Semarang bisa bertambah.

Ia meminta masyarakat tetap tenang mendengar kabar adanya sejumlah penangkapan di wilayah Kota Semarang.

"Masyarakat tidak usah ragu, tetap tenang, laksanakan kegiatan sebagaimana adanya, seperti biasa. Sudah menjadi tugas kami, dan sudah ada yang lebih khusus, yang akan melakukan penindakan terhadap kelompok ini," ujar Abi.

Ia menyebut jaringan yang diamankan berasal dari JI dan JAD. Mereka dikhawatirkan melancarkan aksi memanfaatkan momen Pemilu 2019 dan Idul Fitri 1440.

"Dikhawatirkan menunggangi momen pengumuman hasil Pemilu 22 Mei dan lebaran nanti. Itu yang harus kita antisipasi," katanya. (jam)

Penulis: Jamal A. Nashr
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved