Senin, 11 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

5G hingga Layar Antipecah, Alasan Mengapa Amerika Begitu Takut pada Huawei

Selain memproduksi telepon genggam, Huawei juga membuat peralatan komunikasi. Diperkirakan, Huawei menguasai sekitar 40 sampai 60 persen jaringan

Tayang:
KOMPAS.com/Gito Yudha Pratomo
Booth Huawei di MWC 2019. 

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, mengatakan jika ada negara yang memakai produk jaringan 5G buatan Huawei, maka, "Kami tak akan lagi membagikan informasi."

Huawei, di berbagai kesempatan, menolak tuduhan melakukan mata-mata untuk pemerintah China.

Namun mereka yang mengkritik mengatakan undang-undang di Cina tidak memungkinkan perusahaan bisa menolak permintaan pemerintah mendapatkan informasi intelijen.

Kekhawatiran pemerintah mengakses data perusahaan, antara lain didasarkan pada praktik yang berlaku di AS sendiri.

Mantan kontraktor Badan Keamanan AS, NSA, Edward Snowden, mengungkapkan badan-badan intelijen AS meretas data milik perusahaan teknologi termasuk Google dan Yahoo.

Di luar kepentingan keamanan, tentunya ada keuntungan bisnis jika banyak negara memboikot peralatan 5G dari Huawei.

2. Skandal robot jari

Kasus ini terkait dengan pegawai Huawei yang dituduh mencuri robot jari, robot yang bertugas mengetukkan jari ke layar telepon genggam saat ia meninggalkan laboratorium desain perusahaan telekomunikasi T-Mobile.

Pegawai ini mengklaim robot itu "tak sengaja jatuh ke dalam tasnya".

T-Mobile ketika itu memang punya kerja sama dengan Huawei.

Perusahaan Jerman tersebut tidak menerima alasan itu dan membawa kasusnya ke pengadilan.

Komunikasi email mengisyarakatkan pegawai itu "tak bertindak sendiri dan besar kemungkinan diperintah oleh eksekutif senior di Cina".

Ini menjadi salah satu alasan penangkapan direktur keuangan Huawei, Meng Wanzhou, di Kanada atas permintaan AS tahun lalu.

3. Kerja sama 'terselubung dengan Iran'

Meng menolak tuduhan dan berupaya agar permintaan ekstradisi oleh AS dibatalkan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved