Ekstrem, Pengedar Simpan Sabu Dalam Saluran Pencernaan, Terdeteksi di Bandara Ngurah Rai

Setelah melewati pemeriksaan X-Ray, petugas kami melakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap barang bawaan milik keduanya.

Editor: m nur huda
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Bea Cukai Ngurah Rai mempertunjukkan dua pelaku WN Thailand beserta barang bukti sabu-sabunya yang ditelan pelaku kepada awak media di Kantor Bea Cukai Ngurah Rai, Senin (27/5/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, BALI - Petugas Bea Cukai Bandara Ngurah Rai berhasil mengamankan dua orang asal Thailand yang kedapatan menyelundupkan narkotika, pada 13 Mei 2019 lalu.

Keduanya adalah Adison Phonlamat (20) alias AP dan Prakob Seetasang (29) alias PS yang menggunakan Maskapai AirAsia FD398 dari Bandara Don Muang Thailand tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada 02.00 Wita  dinihari. 

Tindakan kedua pelaku terungkap saat mereka melewati pemeriksaan X-Ray Bandara Ngurah Rai. Petugas melakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap barang bawaan milik keduanya.

Pemeriksaan diteruskan dengan pemeriksaan badan dan rontgen di rumah sakit.

"Berdasarkan hasil rontgen, terdapat indikasi adanya benda mencurigakan di dalam saluran pencernaan keduanya,” ujar Untung Basuki,  Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Bali, NTB, dan NTT (Kanwil DJBC Bali-Nusra), Untung Basuki, Senin (27/5/2019) kepada awak media.

Setelah dilakukan upaya pengeluaran, kedapatan bahwa benda mencurigakan di dalam saluran pencernaan PS dan AP adalah sediaan narkotika yang disembunyikan dengan metode swallow (telan).

 “Metode ini tergolong ekstrem karena selain dapat membahayakan yang menelannya juga sulit untuk dideteksi oleh petugas.

Inilah salah satu manfaat pemeriksaan badan yang dilakukan petugas Bea Cukai, yaitu untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang ke Indonesia,” ungkapnya.

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Bali-Nusra, Husni Syaiful menyampaikan setelah dilakukan upaya pengeluaran, dari dalam saluran pencernaan PS, petugas menemukan 49 bungkusan plastik berisi bubuk berwarna putih yang merupakan sediaan narkotika jenis metamphetamine atau sabu-sabu dengan berat total 528,03 gram brutto atau 482,46 gram netto.

Sedangkan dari dalam saluran pencernaan tersangka AP, kedapatan 51 bungkusan plastik berisi bubuk berwarna putih yang merupakan sediaan narkotika jenis sabu-sabu total seberat 554,45 gram brutto atau 507,02 gram netto.

Nilai jual satu gram metamphetamine adalah Rp 1,5 juta sehingga total 989,66 gram metamphetamine ditaksir mencapai nilai edar Rp 1,4 miliar lebih dan dapat dikonsumsi oleh 4.947 orang.

Barang bukti dan kedua tersangka selanjutnya diserahterimakan ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali.

Kedua penindakan ini menambah panjang daftar penindakan narkotika yang dilakukan  Bea  Cukai Ngurah Rai selama periode tahun 2019.

“Ini hasil penindakan Bea Cukai Ngurah Rai ke-30 kasus,” tutur Husni Saiful.

Himawan Indarjono, Kepala kantor Bea Cukai Ngurah Rai menambahkan keduanya tidak dapat berbahasa Inggris karena berasal dari daerah pedalaman yang ada di Thailand. 

 “Mereka berasal dari daerah pedalaman di Thailand tidak bisa sama sekali bahasa Inggris. Sehingga kita panggil translator atau penerjemah selama pemeriksaan untuk membantu menerjemahkan bahasa mereka ke bahasa Indonesia,” imbuh Himawan.

Atas perbuatannya, dapat dijerat dengan Pasal 102 huruf (e) j.o Pasal 103 huruf (c) Undang-Undang Nomor 17 tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan j.o Pasal 113 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan tuntutan hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 10 miliar ditambah sepertiga.(*)

 Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul 2 WN Thailand Selundupkan Sabu 1 Kg dengan Metode Ini ke Bali, Digagalkan Bea Cukai Ngurah Rai 

Sumber: Tribun Bali
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved