Breaking News:

Belasan Komunitas Berikan Edukasi Kepada Masyarakat Tentang Reptil

Hingga saat ini binatang reptil seperti ular, iguana, dan biawak masih dianggap sebagai hewan yang berbahaya.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: Catur waskito Edy
Tribunjateng/ Indra Dwi Purnomo
Sejumlah pengunjung bermain ular, pada saat gathering komunitas hewan di Lapangan Bebekan Kedungwuni, Minggu (26/5/2019). Tribun Jateng / Indra Dwi Purnomo 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Hingga saat ini binatang reptil seperti ular, iguana, dan biawak masih dianggap sebagai hewan yang berbahaya.

Bahkan tidak jarang masyarakat yang memilih untuk langsung membunuhnya saat bertemu dengan hewan-hewan tersebut.

Akan tetapi, ada hal beda yang dilakukan oleh belasan komunitas pecinta bintang dari Pekalongan, Batang, Comal, dan Pemalang.

Kehadiran belasan komunitas yang be memberikan edukasi mengenai segala macam informasi tentang reptil sehingga masyarakat tidak perlu takut bahkan bisa bersahabat.

"Gathering gabungan komunitas hewan ini bertujuan sebagai sosialisasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan utamanya satwa dan ini rutin yang dilakukan setiap bulannya," kata Ketua Panitia kegiatan Agung Syaputra kepada Tribunjateng.com saat menggelar gathering di Lapangan Bebekan Kedungwuni, Minggu (26/5/2019).

Menurutnya ada sebelas komunitas yang ikut gathering ini yaitu yaitu XPekalongan (eXotic Reptile Pekalongan), BREED (Batang Reptile Education), Animaliar (Animalia Alas Roban), Mustika (Musang Batik Pekalongan), Omah Satwa, SEKOP (Sekumpulan Owl Pekalongan), CIA (Comal Independent Animal), KAREL (Kajen Reptile), serta AKP (Animal Keeper Pekalongan) dan dua komunitas dari Semarang.

Selain memberikan edukasi, ia juga menggalakkan agar masyarakat tidak melakukan perburuan liar kepada satwa karena mereka juga bagian dari ekosistem yang menjaga alam agar tetap seimbang.

Sementara itu, salah satu pengunjung asal Kecamatan Wiradesa Abu Mansur (17) mengatakan dirinya mengaku senang melihat berbagai hewan-hewan unik yang dibawa oleh komunitas animal.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena bisa lebih mengenal tentang keanekaragaman satwa yang tidak biasa kita lihat sehari-hari,"ungkapnya.

Pria penyuka hewan komodo tersebut berharap kegiatan semacam ini bisa dilaksanakan setiap sebulan sekali, karena mengedukasi masyarakat untuk lebih mencintai satwa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved