Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Belasan Komunitas Berikan Edukasi Kepada Masyarakat Tentang Reptil

Hingga saat ini binatang reptil seperti ular, iguana, dan biawak masih dianggap sebagai hewan yang berbahaya.

Tribunjateng/ Indra Dwi Purnomo
Sejumlah pengunjung bermain ular, pada saat gathering komunitas hewan di Lapangan Bebekan Kedungwuni, Minggu (26/5/2019). Tribun Jateng / Indra Dwi Purnomo 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Hingga saat ini binatang reptil seperti ular, iguana, dan biawak masih dianggap sebagai hewan yang berbahaya.

Bahkan tidak jarang masyarakat yang memilih untuk langsung membunuhnya saat bertemu dengan hewan-hewan tersebut.

Akan tetapi, ada hal beda yang dilakukan oleh belasan komunitas pecinta bintang dari Pekalongan, Batang, Comal, dan Pemalang.

Kehadiran belasan komunitas yang be memberikan edukasi mengenai segala macam informasi tentang reptil sehingga masyarakat tidak perlu takut bahkan bisa bersahabat.

"Gathering gabungan komunitas hewan ini bertujuan sebagai sosialisasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan utamanya satwa dan ini rutin yang dilakukan setiap bulannya," kata Ketua Panitia kegiatan Agung Syaputra kepada Tribunjateng.com saat menggelar gathering di Lapangan Bebekan Kedungwuni, Minggu (26/5/2019).

Menurutnya ada sebelas komunitas yang ikut gathering ini yaitu yaitu XPekalongan (eXotic Reptile Pekalongan), BREED (Batang Reptile Education), Animaliar (Animalia Alas Roban), Mustika (Musang Batik Pekalongan), Omah Satwa, SEKOP (Sekumpulan Owl Pekalongan), CIA (Comal Independent Animal), KAREL (Kajen Reptile), serta AKP (Animal Keeper Pekalongan) dan dua komunitas dari Semarang.

Selain memberikan edukasi, ia juga menggalakkan agar masyarakat tidak melakukan perburuan liar kepada satwa karena mereka juga bagian dari ekosistem yang menjaga alam agar tetap seimbang.

Sementara itu, salah satu pengunjung asal Kecamatan Wiradesa Abu Mansur (17) mengatakan dirinya mengaku senang melihat berbagai hewan-hewan unik yang dibawa oleh komunitas animal.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena bisa lebih mengenal tentang keanekaragaman satwa yang tidak biasa kita lihat sehari-hari,"ungkapnya.

Pria penyuka hewan komodo tersebut berharap kegiatan semacam ini bisa dilaksanakan setiap sebulan sekali, karena mengedukasi masyarakat untuk lebih mencintai satwa.

"Saya juga penasaran bagaimana hewan yang biasanya liar bisa dijinakkan dan bisa menjadi hewan peliharaan sehari-hari,"jelasnya.

Terpisah, Amy Priyono anggota XPekalongan (eXotic Reptile Pekalongan) mengatakan ini adalah kegiatan rutin setiap bulannya dan ia mengapresiasi kepada pengunjung yang datang di lokasi ini untuk belajar mengenali hewan reptil.

"Gathering ini tujuannya yaitu memberikan edukasi hewan kepada masyarakat dan hewan yang dibawa, seperti reptile, musang, burung hantu, dan sebagainya. Banyak pengunjung berfoto bersama hewan-hewan jinak yang jarang mereka lihat,"ujarnya.

Amy juga memberikan edukasi kepada pengunjung bagaimana cara memegang ular yang benar. Kemudian jangan panik saat memegang ular.

"Intinya biarkan ular merayap se alami mungkin. Kemudian, kita jangan panik, jgn deg-deg an, karena kalau deg-deg an badan kita cenderung lebih panas. Karena, ular cukup tertarik dengan hawa panas, jadi usahakan sebisa mungkin jangan sampai panik.

Setelah itu, pegang perlahan ular tersebut dan diangkat dari bagian bawah badannya. Kemudian dari mulai bagian leher sampai perut ular, jangan sampai digenggam, karena ular cenderung merasa terancam.

"Biarkan ular merayap sperti melewati pohon atau tanah seperti biasa dan jangan pegang ekornya, karena ular sensitif di bagian ekor, terutama pangkal ekornya. (Dro)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved