Berita Pekalongan
234 Hektare Tebu Jadi Taruhan Pekalongan Dukung Swasembada Gula
Kabupaten Pekalongan mendapat target penanaman tebu seluas 234 hektare pada tahun 2026.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Kabupaten Pekalongan mendapat target penanaman tebu seluas 234 hektare pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya pemerintah mewujudkan swasembada gula nasional.
Komitmen tersebut mulai direalisasikan melalui kegiatan tanam tebu yang mendapat pemantauan langsung dari Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Heru Tri Widarto, di Lapangan Salit, Kecamatan Kajen.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan Yudhi Himawan mengatakan, kunjungan Sesditjen Perkebunan menjadi bukti keseriusan pemerintah pusat dalam mengawal program pengembangan tebu di daerah.
Baca juga: Kejar Swasembada Gula 2026, Kementan Bidik Potensi Lahan Tebu di Kabupaten Pekalongan
Menurutnya, Kabupaten Pekalongan siap mengambil peran dalam mendukung program hilirisasi tebu sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi gula.
"Ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk mendukung dan menyukseskan program nasional, baik hilirisasi tebu maupun swasembada gula."
"Alhamdulillah, hari ini kami mendapat kunjungan dan pemantauan langsung dari Pak Sesditjen Perkebunan," katanya kepada Tribunjateng.com, Rabu (3/6/2026).
Ia menjelaskan, target tanam tebu seluas 234 hektare akan dilaksanakan secara bertahap menyesuaikan musim dan jadwal tanam petani.
Pada Mei lalu, penanaman telah dilakukan di lahan seluas 2 hektare.
Selanjutnya, pada awal Juni kembali dilakukan penanaman seluas 1,7 hektare.
Menurutnya, realisasi tanam dalam luasan yang lebih besar diperkirakan mulai berlangsung pada Juli mendatang seiring dimulainya musim tanam oleh sebagian besar petani tebu di Kabupaten Pekalongan.
Selain mendorong perluasan areal tanam, pemerintah juga berharap berbagai bantuan dan insentif yang diberikan dapat meningkatkan kembali minat petani untuk membudidayakan tebu.
Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir, luas tanam tebu di sejumlah wilayah mengalami penurunan.
"Dengan adanya bantuan pemerintah dan insentif yang nilainya sekitar Rp45 juta, kami berharap minat petani untuk kembali menanam tebu semakin meningkat," ujarnya. (Dro)
Baca juga: 176 Bencana dalam Enam Bulan, Pemkab Pekalongan Perkuat Kecamatan Hadapi Risiko
| PLT Bupati Sukirman : Muslimat NU Garda Terdepan Pelayanan dan Pembangunan Umat |
|
|---|
| Tata Arsip Berbuah Prestasi, Pemkab Pekalongan Raih Penghargaan Bergengsi dari ANRI |
|
|---|
| Dilepas Wali Kota Aaf, KJNI Kota Pekalongan Bidik Penampilan Terbaik di Prambanan |
|
|---|
| Bangun Ekonomi Mandiri, Keluarga Pekerja Migran Perikanan di Pekalongan Didorong Kembangkan Usaha |
|
|---|
| Mulai 1 Juni 2026, Parkir di Kota Pekalongan Beralih ke Pembayaran QRIS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260604_Kepala-Dinas-Pekalongan.jpg)