Sabu yang Disembunyikan Pakde di Duburnya Dimusnahkan BNNP Jateng

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah memusnahkan barang bukti sabu seberat 900 gram.

Sabu yang Disembunyikan Pakde di Duburnya Dimusnahkan BNNP Jateng
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo bersama BNNP Jateng memusnahkan barang bukti narkotika jenis shabu seberat kurang lebih 794 gram jaringan Semarang - Batam di kantor BNNP Jawa Tengah Jalan Madukoro Blok BB Kota Semarang, Rabu (29/5). (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah memusnahkan barang bukti sabu seberat 900 gram.

Sabu tersebut merupakan hasil sitaan pengungkapan penyelundupan sabu jaringan Batam-Semarang di Bandara Jenderal Ahmad Yani, Kamis (25/4/2019) lalu.

Pemusnahan dilakukan menggunakan mesin incinerator milik BNNP Jateng.

Hal itu dilakukan setelah ada keputusan dari Kejaksaan Negeri Semarang dan Kejaksaan Negeri Batam dengan menyisihkan sebagian barang bukti untuk uji laboratorium dan pembuktian di persidangan.

Dalam pemusnahan itu juga turut dihadirkan kedua tersangka pembawa barang haram tersebut.

Keduanya bernama Hadi Haryono alias Pakde (52), warga asal Sei Binti, Batu Aji, Kota Batam, Kepulauan Riau diamankan di Bandara Ahmad Yani Semarang dan Dedi Ariyanto Tomangggolehe alias Dedi Nahumury alias Dedi Ambon (36) diamankan di rumahnya di Perumahan Marina Garden, Kota Batam, Kepulauan Riau.

Mereka menyelundupkan dengan menyembunyikan di dalam dubur.

Namun usaha tersebut gagal karena petugas berhasil meringkus mereka.

"Mereka termasuk dalam jaringan Malaysia-Batam-Semarang.

Sabu yang mereka simpan itu diambil dari Malaysia dan akan diedarkan di Jateng.

Halaman
12
Penulis: Jamal A. Nashr
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved