Mudik Lebaran: 162 Kecelakaan Telah Terjadi di Jateng Hingga H-2, Kapolda Sebut Pengaruh Titik Lelah
162 kecelakaan terjadi selama musim mudik 2019 di wilayah Jawa Tengah hingga hari keenam Operasi Ketupat Candi, Senin (3/6/2019).
Penulis: Jamal A. Nashr | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - 162 kecelakaan terjadi selama musim mudik 2019 di wilayah Jawa Tengah hingga hari keenam Operasi Ketupat Candi, Senin (3/6/2019).
Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Rudy Antariksa menyebut, kecelakaan tahun ini menurun secara kualitas dan kuantitas dibanding tahun sebelumnya.
Dari 162 kejadian kecelakaan tersebut, mengakibatkan 13 korban meninggal dunia, 11 luka berat, dan 204 luka ringan.
Ia mengatakan, mayoritas kecelakaan terjadi di jalan non tol.
Sementara kecelakaan di jalur tol sebanyak 11 kejadian.
"Dibanding 2018, ada penurunan kejadian 12 persen, korban meninggal dunia turun 8 persen, korban luka berat 15 persen, dan luka ringan 11 persen," sebutnya, Senin (3/6/2019).
Selanjutnya, pihaknya akan melakukan evaluasi banyaknya kejadian kecelakaan di luar tol.
Sehingga dapat ditentukan upaya pencegahan kejadian kecelakaan.
"Namun ini akan kita evaluasi, kecelakaan banyak terjadi di luar tol.
Setelah kita lihat data riil, kecelakaan banyak terjadi arus lokal.
Seperti antara sepeda motor dengan penyeberang jalan," katanya.
Sementara itu, Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan, Jawa Tengah merupakan titik lelah bagi pemudik dari daerah Jakarta.
Sehingga beberapa pemudik hilang konsentrasi saat berkendara.
"Yang jelas dengan kecapatan bisa sampai 100 kilometer (per jam) sudah sampai Jawa Tengah.
Kondisi dari Jakarta masuk Jawa Barat masuk Jawa Tengah, di sini sudah titik lelahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kapolda-jam-kalikangkung.jpg)