Kesedihan Letjen (Purn) Sarwo Edhie Ayah Ani Yudhoyono, Hatinya Begitu Hancur, 'Apa Salahku?'

Nasib miris sempat akan menimpa Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo yang tak lain adalah ayah mendiang Ani Yudhoyono

Kesedihan Letjen (Purn) Sarwo Edhie Ayah Ani Yudhoyono, Hatinya Begitu Hancur,  'Apa Salahku?'
Kolase Tribun Jambi dan Wikipedia
Letjen (Purn) Sarwo Edhie Wibowo Ayah Ani Yudhoyono 

TRIBUNJATENG.COM - Nasib miris sempat akan menimpa Letjen TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo yang tak lain adalah ayah mendiang Ani Yudhoyono.

Dilansir dari buku biografi Ani Yudhoyono yang berjudul 'Kepak Sayap Putri Prajurit' karya Alberthiene Endah, hal ini berawal saat mertua Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu baru sekitar enam bulan menjabat sebagai Pangdam II/Bukit Barisan di Medan, Sumatra Utara, pada tahun 1967.

Nasib miris menimpa mantan Danjen RPKAD (sekarang Kopassus) itu saat menerima kabar akan dijadikan duta besar di Moskow, Rusia.

J
Soeharto dan Komandan RPKAD Sarwo Edhie Wibowo (Tribun Jambi)

Ani Yudhoyono masih ingat dengan jelas, pada suatu sore ayahnya mengumpulkan keluarga di ruang tengah.

“Papi akan ditempatkan di Rusia. Moskow. Negara dengan faham komunis,” kata Sarwo Edhie, lirih.

Dia merasa sangat nelangsa dengan tugas baru ini.

“Bagaimanapun, dia selama ini dikenal sebagai penumpas komunis. Lalu kemudian dia diceburkan ke negara berfaham komunis. Bagi Papi ini seperti meledek dirinya,” kata Ani Yudhoyono dalam buku biografinya

Terlebih, Sarwo Edhie merasa tak ada yang salah dengan tugasnya sebagai Pangdam di Medan.

“Papi merasa niat baik dan semangatnya diputus sepihak,” kata Ani Yudhoyono.

Setelah mengungkapkan kesedihannya, Sarwo Edhie mengatakan bahwa keluarga harus ikhlas ikut ke Rusia.

J
Komandan RPKAD Sarwo Edhie (Wikipedia)
Halaman
123
Editor: muslimah
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved