Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Fakta Lengkap Shalat Idul Fitri Ditinggalkan Jemaah, Penceramah Dipanggil Polres dan Kodim

Gara-gara ceramah bermuatan politik saat shalat Id, sebagian jemaah di Lapangan Desa Gaden, Kecamatan Trucuk, Klaten, Jawa Tengah, membubarkan diri

Editor: muslimah
Instagram
Jamaah Salat Idulfitri membubarkan diri setelah mendengar ceramah khatib menyampaikan politik di lapangan Desa Gaden, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah (Jateng) pada Rabu (5/6/2019) lalu.(Instagram) 

TRIBUNJATENG.COM - Gara-gara ceramah bermuatan politik saat shalat Id, sebagian jemaah di Lapangan Desa Gaden, Kecamatan Trucuk, Klaten, Jawa Tengah, membubarkan diri, Rabu (5/6/2019).

Peristiwa tersebut menjadi viral di media sosial setelah diunggah oleh pemilik akun Instagram @m.bahrunnajach.

Camat Trucuk Bambang Haryoko membenarkan adanya insiden jemaah shalat Id membubarkan diri setelah mendengar ceramah politik yang disampaikan khatib Khatib yang bersangkutan itu pun akhirnya meminta maaf atas insiden tersebut.

Baca fakta lengkapnya berikut ini:

1. Video jamaah bubar setelah khotib bicara politik jadi viral Ilustrasi media sosial

K
shutterstock

Video saat jemaah shalat Idul Fitri 1440 Hijriah di Trucuk, Klaten membubarkan diri, beredar luas di media sosial.

Persitiwa tersebut terjadi di Lapangan Desa Gaden, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (5/6/2019) lalu.

Hal tersebut terungkap setelah diunggah oleh pemilik akun Instagram @m.bahrunnajach pada hari Jumat (7/6/2019).

Saat itu, video tersebut telah dilihat sebanyak 67.117 kali dan mendapat 604 komentar.

"Khotbah yang disampaikan tidak tepat dengan situasi politik yang sekarang masih memanas. Sifatnya itu wajar. Tetapi karena disampaikan di tempat yang tidak pas, jadi masalah. Sebagian jemaah ada yang membubarkan diri," ungkap Bambang Haryoko, Camat Trucuk saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (12/6/2019)

2. Isi khotbah tidak tepat dengan situasi lebaran

J

Shalat Idul Fitri di Kelurahan Depok Jaya, Selasa (4/6/2019).(KOMPAS. com/CYNTHIA LOVA) 

Menurut Bambang, khotbah yang disampaikan khatib tidak tepat karena situasi politik yang sedang terjadi saat ini.

Seharusnya, lanjut dia, khatib menyampaikan ceramah yang sesuai dengan momen lebaran.

Menurut Bambang, jemaah mulai membubarkan diri setelah khatib menyinggung soal politik pada akhir ceramahnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved