Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Usung Keanekaragaman, Semarang Night Carnival 2019 Bakal Digelar Tanggal 3 Juli

Event tahunan bertaraf internasional yang menjadi agenda rutin Pemkot Semarang, Semarang Night Carnival (SNC) akan digelar tanggal 3 Juli.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: suharno
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Ribuan warga Kota Semarang tumpah ruah menyaksikan Semarang Night Carnival (SNC) 2018 yang digelar di jalan Pemuda, Kota Semarang, Sabtu (5/5/2018). 

TRIBUNJATENG.COM - Event tahunan bertaraf internasional yang telah menjadi agenda rutin Pemerintah Kota Semarang, Semarang Night Carnival (SNC) tahun ini akan digelar tanggal 3 Juli mendatang.

Yang istimewa pada gelaran SNC kali ini, selain karnaval peserta SNC, juga akan dimeriahkan dengan pawai budaya 98 kota anggota APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota se-Indonesia) yang pada tanggal 2 - 6 Juli mengikuti Rakernas APEKSI di Kota Semarang.

SNC akan diikuti oleh para pelajar dan peserta umum dengan kostum warna-warni.

Peserta umum sendiri berasal dari sanggar, instansi BUMN, dan RSUD, peserta luar yaitu dari Salatiga, Jember, Jepara, Manado, Papua, dan Pemalang.

Tidak tanggung-tanggung negara-negara sahabat seperti China, Srilanka, Senegal, Korea, dan Taiwan sudah memastikan diri untuk ikut memeriahkan karnaval SNC kali ini.

Ikuti Semarang Night Carnival 2018, Peserta dari Luar Kota Ini Ingin Tinggal di Semarang

Perlu dicatat rute SNC dan Pawai Budaya akan melewati jalur yang sama. Start jam 18.30 dari Jalan Imam Bonjol depan Udinus menuju Jalan Piere Tendean, kemudian menuju Jalan Pemuda Balaikota, dan berakhir di Gedung Pandanaran Jalan Imam Bonjol.

Tema “Pelangi Nusantara” diambil sebagai Tema SNC 2019 untuk menggambarkan Indonesia sebagai negara dengan keberagamam suku, ras, agama dan golongan.

Walaupun berbeda-beda tetap rukun dan kokoh dalam kesatuan NKRI.

Dan Kota Semarang merupakan salah satu Kota yang terdiri dari berbagai macam etnis, agama bahkan ras.

Tema Pelangi Nusantara akan dibagi lagi menjadi 4 sub tema/ defile yaitu Wayang (Pulau Jawa dan Bali), Indonesia Timur, Sumatra, dan Enggang (Pulau Kalimantan). Masing-masing defile mewakili budaya nusantara berdasarkan rumpun pulau di Indonesia.

Defile pertama yaitu Wayang. Wayang adalah seni pertunjukan asli Indonesia yang berkembang pesat di Pulau Jawa dan Bali.

Ketika agama Hindu masuk ke Indonesia dan menyesuaikan kebudayaan yang sudah ada, seni pertunjukan ini menjadi media efektif menyebarkan agama Hindu.

Warna wayang didominasi emas, coklat, hitam.

Kemudian defile selanjutnya yaitu Indonesia Timur. Defile ini menampilkan provinsi terluas Indonesia yang terletak di bagian timur Indonesia yaitu Papua.

Papua dikenal dengan hasil ukiran kayunya yang unik dan naturalis dimana dari pola-pola tersebut akan terlihat kerumitan cara membuatnya sehingga membuat karya ukir Papua bernilai tinggi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved