Very Tegaskan Festival Kampung di Temanggung Bukan Bagian dari FSS
Koordinator Program Utama Festival Kampung Very Adrian (sebelumnya tertulis Fery Ardhian) mengatakan gelaran silaturahmi
Penulis: yayan isro roziki | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG -- Koordinator Program Utama Festival Kampung Very Adrian (sebelumnya tertulis Fery Ardhian) mengatakan gelaran silaturahmi pentas yang dihelat di Desa Jragan tersebut, sama sekali bukan merupakan bagian dari Festival Sindoro Sumbing (FSS). Ia menegaskan tak ada korelasi antara Festival Kampung dan FSS.
"Meskipun irisan sumber pendanaannya sama, ada yang berasal dari Ditjen Kebudayaan melalui 'Indonesiana', tapi dua gelaran ini (Festival Kampung dan FSS, red) sama sekali berbeda, tak ada korelasi antar keduanya," kata Very, Jumat (14/6).
Disampaikan lebih lanjut, Festival Kampung digelar dengan dana yang sangat terbatas, dan langsung dikelola oleh desa. Sementara, FSS dengan dana cukup besar, dikelola oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui dinas terkait, dan sebagai pelaksananya adalah komunitas.
"Visi-misi Festival Kampung ini sama sekali tidak berorientasi proyek, tapi bukan berarti FSS itu proyek. Kami berharap, program Festival Kampung ini berkelanjutan," tutur alumni Isntitut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini.
Dipaparkan, melalui program ini Direktorat Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan, ingin mengembalikan lagi spirit dan melestarikan kesenian tradisional, khususnya teater berbasis tradisi, agar lebih dicintai oleh masyarakat. Terlebih, oleh generasi milenial.
"Bagaiamane ruang kreatif ini bisa inovatif dan komunikatif, sehingga harapannya kelak kesenian tradisional di dusun-dusun atau desa-desa, mengakar menjadi bagian dari identitas daerah tersebut, mampu lestari dan panjang umur," paparnya.
Dikatakan, desa-desa di kaki Gunung Sumbing, Kabupaten Temanggung, sebagai wilayah penghasil tembakau rupanya menyimpan keunikan tersendiri mengenai potensi seni dan budaya. Di antaranya adalah Desa Jragan, Kecamatan Tembarak; Dusun Logede, Desa Losari, Kecamatan Tlogomulyo; dan Dusun Tlogo, Desa/Kecamatan Tlogomulyo.
"Ketiganya adalah mutiara yang menyimpan eksotika tersendiri soal geliat dan spirit kebudayaan berbasis tradisi," urainya.
Koordinator Humas dan Media Center Festival Kampung, Achmad Sofiyudin, mengatakan Festival Kampung akan dimulai tanggal 15 Juni di Dusun Jragan, Kecamatan Tembarak. Menurutnya, bila tidak ada aral melintang, gelaran ini juga akan dihadiri oleh Direktur Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan Dr. Restu Gunawan.
Lalu, gelaran akan dilanjutkan pada tanggal 17 Juni di Dusun Logede, dan akan diakhiri di Kecamatan Tlogo 19 Juni.
Menurutnya, kesenian asli dari ketiga wilayah Jragan, Logede dan Tlogo yang akan tampil antara lain Topeng Ireng Sekar Mulya Asri, Kuda Lumping Wahyu Turangga Manunggal, Topeng Ireng Rimba Manunggal, Jathilan Turangga Manitis, Hadroh Sirojul Ghofrun.
"Juga dimeriahkan penampilan Duo GG (Cak Tuko Gendut dan Cak Jay Gendut) dari Tuban. Selain itu juga akan tampil Wulan Gatho, Kubro Siswo Setyo Manunggal, Idakep Turangga Seto, Tari Soreng Wahyu Putra Manunggal, Kuda Lumping Ngesti Budaya Singa Barong, Karawitan Cinde Laras. Dan akan dimeriahkan juga oleh Bazar Makanan Kampung sekaligus Syawalan Kampung karena masih dalam suasana Syawalan," urainya.
Ditambahkan, tentu saja dampak yang diharapkan dari kegiatan ini adalah kesenian yang tumbuh secara organik, dan regenerasi kaum muda kembali peduli dengan daerahnya akan terus bermunculan secara positif. "Harapan ke depan tentu saja Festival Kampung ini bisa menjadi agenda tahunan dan dapat respon yang baik dari Pemerintah Kabupaten Temanggung," katanya.
Sehingga, sambung dia, gelaran bisa menjadi agenda wisata budaya bahwa Dusun Jragan, Logede dan Tlogo menjadi destinasi wisata khususnya seni dan budaya. "Kita punya banyak potensi, tinggal bagaimana mengolah dan mengelolanya," pungkas Sofi. (yan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kawasan-sindoro-sumbing-sering-diguyur-hujan_20180115_073047.jpg)