Pemkab Purbalingga Diminta Perhatikan Masalah Pengelolaan Sampah
Satu di antara yang jadi sorotan Fraksi PAN yakni mengenai pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bedagas pasca penutupan TPA Banjaran.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: m nur huda
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzakki
TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) menyoroti sejumlah pelaksanaan infrastruktur di Purbalingga, baik yang telah terlaksana maupun yang akan dilaksanakan.
Ini terungkap dalam Rapat Paripurna DPRD pada acara Pandangan Umum Fraksi-Fraksi Terhadap Raperda Tentang Pelaksanaan APBD 2018 di Ruang Rapat DPRD, kemarin, Jumat (14/6).
Satu di antara yang jadi sorotan Fraksi PAN yakni mengenai pembangunan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bedagas pasca penutupan TPA Banjaran.
Fraksi PAN melihat selama 2018 sampai pertengahan 2019, persoalan sampah masih belum terselesaikan dengan baik.
Padahal, di kota terjadi penumpukan sampah karena keterlambatan pengiriman, hingga pemandangan tidak sedap dan bau yang menyengat di sepanjang jalan menuju TPA.
"Sementara pengangkutan sampah dengan truk tanpa ditutupi menyebabkan bau ke mana-mana, di TPA sementara pun ada protes warga karena sungainya takut tercemar,” kata Ketua Fraksi PAN yang disampaikan oleh Setiyani Rahayu STP.
Karena itu, FPAN meminta Pemkab Purbalingga memberi perhatian pada masalah infrastruktur persampahan itu agar terselesaikan tahun ini.
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menjelaskan, masalah pelayanan persampahan dan penyelesaian pembangunan TPA Bedagas sedang diupayakan diselesaikan pada tahun 2019.
Menurut dia, pembangunan TPA dilaksanakan sesuai perencanaan dan anggaran secara bertahap sesuai DED.
Tahun 2019, pembangunan TPA dianggarkan sebesar Rp 8.348.000.000 yang digunakan untuk pembangunan zona aktif 1 dan bak lindi (leachate) yang ditargetkan selesai paling lambat 12 desember 2019 mendatang.
Dia mengklaim, sejak TPA Kalipancur Bedagas dibuka, pengangkutan sampah menggunakan kendaraan bak terbuka sudah ditutup terpal.
Jikapun ditemukan bak truk sampah yang tak tertutup, kemungkinan kendaraan itu masih di berada dalam kota karena masih menaikan sampah ke dump truck.
Adapun masalah bau lingkungan sekitar TPA secara otomatis akan beres ketika pembangunan zona aktif dan bak lindi selesai.
“Dinas Lingkungan Hidup akan mengoptimalkan sarana pengangkutan dan menata penjadwalan untuk mengurangi timbulan sampah dengan mengedukasi masyarakat,” katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tpa-bedagas-purbalingga.jpg)