Panpel PSIS Semarang Diwajibkan Pasang Kamera Pemantau Setiap Pertandingan
PSIS Semarang baru saja mendapat sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI berupa denda total Rp 175 juta.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, MAGELANG - PSIS Semarang baru saja mendapat sanksi dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI berupa denda total Rp 175 juta.
Dalam surat yang dikirim dari Komdis PSSI kepada PSIS Semarang, denda dijatuhkan karena Mahesa Jenar melanggar Pasal 70 Lampiran Satu Kode Disiplin PSSI.
Inti dari pelanggaran tersebut pengawas pertandingan mendapati penyalaan kembang api di Stadion Moch Soebroto Magelang saat PSIS Semarang menjamu Persija Jakarta pada 26 Mei 2019.
Kembang api menyala di bagian tribun selatan.
Untuk itu tim yang dikapteni Hari Nur itu harus membayar denda Rp 100 juta.
Sementara denda lain sebesar Rp 75 juta didapat dari lemparan botol oleh suporter PSIS Semarang saat bertandang ke markas Persebaya Surabaya.
Atas denda ratusan juta Rupiah tersebut, CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi menuturkan, dalam laga-laga kandang selanjutnya, PSIS Semarang berencana akan memasang kamera di beberapa titik.
"Pertama, Panpel nanti wajib membuat rekaman di masing-masing tribun. Artinya aktivitas suporter di seluruh tribun akan kami terdokumentasikan," kata Yoyok Sukawi, Senin (17/6/2019).
Yoyok menambahkan, pengadaan kamera tersebut bisa digunakan sebagai alat bukti mengajukan banding bilamana PSIS Semarang kembali mendapat denda dari Komdis PSSI dengan dalih ulah suporter.
Sementara sanksi yang diberikan dirasa kurang tepat.
"Jadi nanti ketahuan sebenarnya ada pelamparan atau tidak dan bisa jadi bahan bukti kami. Kalau sanksinya nanti tidak sesuai dengan fakta di lapangan tinggal diputar saja videonya," kata Yoyok.
"Kalau ternyata suporter tim tamu yang melempar dan kami yang dihukum, tinggal diputar saja videonya. Kami sudah siapkan kamera untuk merekam semua aktivitas itu. Selain itu ada juga kamera untuk pengambilan rekaman dari jarak jauh kalau ada yang melempar dari luar stadion," jelasnya.
Disamping itu, pria yang juga menjabat sebagai anggota Exco PSSI ini menyebut Panpel PSSI juga akan membentuk tim khusus untuk melakukan sweeping pedagang yang masih menjual air mineral dalam botol di tribun penonton.
Langkah ini juga sesuai usulan dan keluh kesah dari para suporter.
"Itu usulan yang bagus ya dari teman-teman suporter. Kan memang tidak boleh ada botol yang masuk ke tribun. Jadi akan kami sweeping lebih ketat nanti," tandasnya. (F Ariel Setiaputra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kamera-pengawas-suporter-psis-semarang.jpg)