SD Hidayatullah Semarang Menyulap Lingkungan Lewat Lomba Taman, Karung Bekas Jadi Pot Tanaman
Membuat lingkungan menjadi, bersih, sehat dan indah tak harus mahal. Sekolah Dasar (SD) Islam Hidayatullah Semarang telah membuktikannya.
Penulis: Erwin Ardian | Editor: suharno
Membuat lingkungan menjadi, bersih, sehat dan indah tak harus mahal. Sekolah Dasar (SD) Islam Hidayatullah Semarang telah membuktikannya lewat kerja sama tangan-tangan kreatif murid, guru, dan wali murid. Bagaimana caranya?
TRIBUNJATENG.COM - SUASANA di Sekolah Dasar Islam Hidayatullah Selasa (18/6/2019) pagi berbeda dari biasanya.
Beberapa ibu wali murid tampak sibuk berkerumun di depan kelas anak mereka.
Tak kalah, beberapa anak berseragam olahraga ikut membersihkan dan menata taman di depan kelas masing-masing.
Hari itu adalah saatnya penilaian Lomba Taman Sekolah Dasar Islam Hidayatullah.
Sudah sejak sebulan sebelumnya, sebanyak 20 kelas mulai kelas 1 hingga kelas lima telah bersiap untuk menyambut hari penilaian itu.
• Disdikbudpora Kabupaten Semarang Sebut Ada Beberapa SMP yang Masih Kekurangan Siswa
Sejak memasuki bulan Ramadan, para guru, murid dan wali murid bekerja keras untuk mempercantik taman kelas masing-masing.
Namun tak hanya mempercantik saja, mereka dituntut kreatif memanfaatkan barang-barang bekas.
Akhirnya jadilah taman-taman indah di sekeliling lingkungan sekolah dengan banyak barang bekas yang bertebaran.
Bekas galon air, bekas plastik minuman, ban mobil bekas, CD bekas dan masih banyak lagi bahan yang seharusnya sudah menjadi sampah, mampu disulap menjadi barang bermanfaat untuk memperindah taman.
Di kelas 5B misalnya, potongan kain dari karung bekas, menjadi bermanfaat setelah dipoles oleh tangan kreatif wali murid.
Setelah dipotong-potong dan dijahit, karung bekas itu menjadi kantung-kantung yang berfungsi sebagai pot tanaman.
Tanaman-tanaman kecil itu kemudian dirangkai dan digantung di sepanjang pagar depan sekolah.
Tak lupa untaian lampu dipasang memanjang, untuk mempercantik tampilan pagar pada malam hari.
“Kami sampai lembur lho menjahit karung-karung ini sebelum menjadi pot. Semuanya dikerjakan oleh murid dan wali murid, tak ada yang dikerjakan orang lain, jadi ngirit,” kata seorang wali murid dari kelas 5B.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kepala-sekolah-dasar-islam-hidayatullah-ratna-arum-sari-serahkan-piala.jpg)