Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

TIPS : Mata Harus Kedip Tiap 15 Detik, Main Game di Ponsel Maksimal 30 Menit Lalu Istirahat

Game online (permainan daring) di ponsel atau gadget lagi digandrungi masyarakat, bahkan bisa dibilang membuat pengguna kecanduan.

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi tampilan game online melalui smartphone 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Game online (permainan daring) di ponsel atau gadget lagi digandrungi masyarakat, bahkan bisa dibilang membuat pengguna kecanduan.

Mereka yang hobi game adalah anak-anak dan remaja bahkan orang dewasa.

Selama ngegame, mata anak-anak yang bisa dikatakan masih lemah harus fokus melihat layar ponsel dalam waktu lama. Kondisi ini membuat dampak negatif bagi kesehatan mata.

Dokter spesialis mata Rumah Sakit Bhayangkara Semarang, AKBP dr Faozan SpM, menuturkan bahwa pandangan terlalu fokus melihat layar ponsel dan terkena paparan cahayanya, frekuensi kedipan mata juga jadi berkurang. Padahal idealnya, mata manusia harus berkedip setiap 15 detik.

"Anak main game kan melotot terus karena fokus, dipanggil pun kadang-kadang tidak menoleh, terus memandangi layar telepon. Sehingga, kedipnya berkurang," kata Faozan.

Berkurangnya kedipan mata, menimbulkan evaporasi atau penguapan yang berlebihan. Dengan berkedip, air mata bisa membasahi bola mata. Evaporasi yang berlebihan mengakibatkan mata menjadi kering, cepat lelah, dan gampang merah.

"Mata yang terlalu banyak akomodasi, bisa menyebabkan mata merah. Harusnya kedip, sehingga air mata masuk. Anak yang terlalu lama main game, kemudian istirahat, terkadang dia akan memejamkan mata seperti gregetan dalam beberapa detik. Saat mata istirahat, baru mereka merasakan matanya pegal dan pedas," terangnya.

Ia memberikan tips agar anak-anak terhindar dari sakit mata saat ngegame. Yakni, harus memperhatikan jarak antara layar ponsel dan mata. Faozan menuturkan, ideal jaraknya 30-40 sentimeter.

Kemudian, penggunaan ponsel maksimal 30 menit setelah itu istirahat. Saat istirahat, anak-anak dibiasakan melakukan kegiatan atau aktivitas lain.

Saat melakukan aktivitas lain, semisal jalan-jalan, bersepeda, main sepakbola, bulutangkis dan sebagainya, mata anak akan melihat benda dari jarak dekat dan jauh. Memandang sesuatu dari jarak dekat dan jauh agar penglihatan stereoskopis mata terlatih.

"Jika mata melihat benda jarak dekat dalam waktu lama, seperti memandangi layar ponsel, itu bisa berpengaruh terhadap daya ingat otak. Penglihatan stereoskopis mata dengan melatih melihat jarak dekat dan jauh dapat mempengaruhi perkembangan otak, daya ingatnya jadi tajam," ucap dokter kelahiran Brebes Jawa Tengah itu.

Selain itu, dia menyarankan agar orangtua mengingatkan anaknya untuk tidak tiduran atau tubuhnya merebah saat bermain game pakai ponsel. Kemudian, cahaya di lingkungan juga jangan gelap.

Saat cahaya di sekitar gelap, pencahayaan hanya dari layar ponsel. Kondisi itu memungkinkan dapat merusak mata. Faozan menjelaskan, saat cahaya satu-satunya dari layar ponsel, itu dapat membahayakan retina mata. Retina mata bekerja lebih keras karena intensitas cahaya dari layar lebih banyak.

Dia menuturkan, sejumlah anak usia SD pernah berobat mata ke dirinya karena terkena dampak dari penggunaan gawai yang terlalu lama. Rata-rata mereka mengalami visus atau daya ketajaman mata yang menurun. Padahal, lanjut Faozan, mata mereka normal alias tidak mengalami mata minus (rabun jauh) atau plus (rabun dekat).

"Ketika ditanya, pasien tersebut mengaku terlalu lama memandangi layar ponsel dan komputer. Di sekolah mereka terlalu lama di depan komputer, di rumah mereka ngegame," imbuhnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved