PT Dafam Property Indonesia Optimistis Targetkan Peningkatan Aset 36,8% di Tahun 2019
PT Dafam Property Indonesia tbk (DFAM), pada tahun 2018 membukukan peningkatan total aset senilai 19,46% dari tahun 2017 Rp 281 miliar
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: galih permadi
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Desta Leila Kartika.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PT Dafam Property Indonesia tbk (DFAM), pada tahun 2018 membukukan peningkatan total aset senilai 19,46% dari tahun 2017 Rp 281 miliar sedangkan tahun 2018 Rp 335,6 miliar.
Melihat peningkatan tersebut, Direktur Utama PT Dafam Properti Indonesia Tbk, Billy Dahlan, optimis bisa meningkatkan total aset sebesar Rp 36,8% atau senilai Rp 459 miliar.
Optimisme tersebut, didasari karena akhir tahun 2018 pihaknya mengakuisisi lahan sekitar hampir 12 hektar, dengan membangun 800 sekian unit dan semester satu sudah jadi sekitar 200 unit, target kedepan membangun 500 unit di semester dua tahun 2019.
"Untuk komersial property kami memproyeksikan Rp 23 miliar di tahun 2019, Residensial Property kami memproyeksikan Rp 44,6 miliar di tahun 2019, Hotel yang kami miliki sendiri Rp 75,8 miliar, Hotel Management diangka Rp 17,2 miliar, dan lain-lain sekitar Rp 14 miliar," terang Billy Dahlan, pada Tribunjateng.com, Kamis (20/6/2019).
Sementara itu pada tahun 2018, DFAM telah merealisasikan penawaran Umum Saham Perdananya (27 April 2018), dan juga mengembangkan usaha dengan pembentukan Kerja Sama Operasi Dafam Tiga Putra untuk pengembangan propertinya, serta melalui Entitas Anaknya PT Dafam Hotel Management.
Dari pengembangan tersebut, telah mengelola 22 Hotel, Resort atau Villa, dengan 2.378 kamar yang tersebar di 18 Kota di Indonesia dengan didukung 299 karyawan professional.
Pihaknya juga menunjukkan pertumbuhan kinerja pendapatan bersih sebesar 26,67% atau sebesar Rp 30,96 miliar dari tahun sebelumnya hingga mencapai Rp 147,07 miliar.
"Untuk tiga sampai lima tahun kedepan kami akan lebih fokus ke pembangunan rumah subsidi (FLPP), melihat baru enam bulan saja kami sudah melakukan penambahan sekitar 700-850 unit," jelasnya.
Billy menyebut, biaya pengadaan tanah untuk rumah subsidi (FLPP) yang berlokasi di Madiun, Jawa Timur sekitar Rp 30 miliar. Sedangkan biaya untuk pembangunannya sekitar Rp 60 miliar.
"Sekarang ini komposisi perbandingan antara Rumah Subsidi (FLPP) dengan Rumah Komersial yang dimiliki Dafam yaitu 80% FLPP dan 20% Rumah Komersial," tandasnya. (dta)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pelaksanaan-pt-dafam-property-indonesia-public-expose.jpg)