Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Lomba Kebun Jeruk Digelar September, Upaya Pemkab Wujudkan Slogan Batang Republik Jeruk

Pemkab Batang melalui Dinas Pertanian dan Pangan Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Batang menggaungkan Slogan Republik Jeruk.

Penulis: dina indriani | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Petugas Disparperta Kabupaten Batang meninjau kebun jeruk yang berada di Desa Pesaren, Kecamatan Warungasem, Minggu (23/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pada era 1980 hingga 1990an, tanaman jeruk sempat berjaya, bahkan produksi jeruk di Kabupaten Batang, cukup berlimpah.

Namun sekitar 2000, adanya satu penyakit jeruk yang menyerang semua tanaman hingga produksi yang dihasilkannya pun anjlok.

Sehingga para petani jeruk beralih ke tanaman lain, seperti padi dan jagung.

Sebagai upaya untuk menggeliatkan kembali kejayaan produksi jeruk, Pemkab Batang melalui Dinas Pertanian dan Pangan Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Batang menggaungkan Slogan Republik Jeruk.

Bahkan, Pemkab Batang merencanakan untuk membuat tempat agrowisata kebun jeruk.

Selain telah menaman puluhan ribu bibit, Pemkab juga bakal menghelat Lomba Kebun Jeruk.

"Lomba tersebut digelar untuk menjaga semangat para petani jeruk di Kabupaten Batang, yang sedang menggiatkan dan berupaya mewujudkan Batang sebagai Republik Jeruk," terang Kasi Sarpras Holtikultura Dispaperta Kabupaten Batang, Irhas Fredi Wibowo saat ditemui beberapa waktu lalu.

Irhas menjelaskan, lomba kebun Jeruk rencananya dilaksanakan pada September 2019 dan pemenang lomba diumumkan pada November 2019.

"Proses lomba memang terhitung lama, karena Disparperta akan melibatkan seluruh petani jeruk di Kabupaten Batang. Jumlahnya ada 108 petani tersebar di 14 Kecamatan, dinaungi 34 kelompok tani, dan menggarap lahan seluas 70,43 hektare. Jumlah bibit jeruk 35.335 batang," jelasnya.

Dikatakannya, para petani menanam bibit jeruk terdiri dari tujuh varietas di antaranya jeruk Terigas, Pontianak, Siam Madu, Monte, Batu 55, Jeruk AB, dan Keprok RGL.

Menurutnya, jika semua petani jeruk ikut tentu harus dipersiapkan jauh-jauh hari, bahkan saat ini, Disperperta sudah mulai mesosialisasikan kepada para petani jeruk untuk mempersiapkan kebunnya.

"Kriteria penilaian kami lihat dari kualitas tanaman, kebersihan, kondisi tanaman, dan pencatatan tanaman, " ujarnya.

Irhas berharap dengan terselenggaranya lomba tersebut petani jeruk makin bersemangat dalam mewujudkan Batang sebagai Rebuplik Jeruk sekaligus menjadi bentuk perhatian Pemkab Batang kepada para petani.

"Untuk hadiah sedang kami siapkan, yang pasti menarik, dan melalui lomba ini bersama-sama wujudkan Batang sebagai repubik jeruk," ujarnya.

Dikatakannya, Pemkab juga menggandeng Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) untuk melakukan pendampingan secara langsung kepada petani jeruk.

Pendampingan tersebut dilakukan di tiga tempat yakni di Desa Pesaren Kecamatan Warungasem dengan luas lahan 1 hektare, Desa Toso Kecamatan Bandar seluas 3 ribu meter persegi, dan Desa Pacet seluas 1 hektare.

"Sekarang jeruk yang telah ditanam usianya 14 bulan. Kira-kira 12 bulan lagi panen. Target awal perpohon menghasilkan 20-30 kilogram," pungkasnya. (Dina Indriani)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved