Berita Batang
RS QIM Batang Kini Hadirkan Fasilitas CT Scan 64 Slice, Lengkapi Kemampuan Diagnostik Pasien
RS QIM Batang mulai memperkuat kapasitas layanan kesehatan dengan menambah 20 tempat tidur rawat inap sekaligus menghadirkan fasilitas CT Scan.
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - RS Qolbu Insan Mulia (QIM) Batang mulai memperkuat kapasitas layanan kesehatan dengan menambah 20 tempat tidur rawat inap sekaligus menghadirkan fasilitas CT Scan 64 slice.
Langkah ini menjadi upaya rumah sakit swasta tersebut untuk menjawab tuntutan peningkatan mutu layanan kesehatan di tengah penerapan sistem Kamar Rawat Inap Standar (KRIS) dan kebutuhan penanganan medis yang lebih cepat di daerah.
Direktur RS QIM Batang, dr Bekti Mastiadji mengatakan, pengembangan fasilitas rumah sakit tidak sekadar memperluas bangunan, tetapi juga menyesuaikan arah kebijakan pemerintah yang kini menekankan kenyamanan pasien selama menjalani perawatan.
Baca juga: Kejari Batang Musnahkan Ribuan Pil Terlarang dan Sabu Senilai Ratusan Juta
• Kejar Haji di Usia Prima, Gen Z Batang Rela Nabung Bertahun-tahun Demi Nomor Porsi
“Sekarang rumah sakit dituntut membuat pasien nyaman. Ada sistem KRIS yang mengatur standar kamar rawat inap, sehingga pasien meskipun sakit tetap merasa nyaman dan bisa lebih cepat sembuh,” kata Bekti, Rabu (10/6/2026).
Selain kenyamanan pasien, rumah sakit juga dituntut memiliki kompetensi layanan medis yang memadai agar pasien tidak perlu dirujuk keluar daerah hanya untuk pemeriksaan tertentu.
Karena itu, RS QIM mulai melengkapi kemampuan diagnostik dengan menghadirkan CT Scan 64 slice yang sebelumnya masih menggunakan perangkat 16 slice.
“Ke depan, rumah sakit dituntut kompetensinya. Kalau di sini sudah mampu, pasien tidak perlu dikirim ke luar daerah,” jelasnya.
Menurut Bekti, penguatan layanan tidak hanya bergantung pada alat kesehatan modern, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia (SDM).
Saat ini RS QIM memiliki sekira 50 dokter, dengan 37 di antaranya merupakan dokter spesialis.
“Kompetensi itu syaratnya ada dua, alat kesehatan dan SDM. Dokter yang menangani juga harus siap,” ujarnya.
Penambahan fasilitas rawat inap dilakukan melalui pembangunan ruang baru yang totalnya mencapai 44 ruangan, meski sebagian nantinya digunakan sebagai ruang tindakan dan fasilitas pendukung lainnya.
Sementara jumlah tempat tidur rumah sakit tetap disesuaikan dengan status rumah sakit tipe C.
Di sisi lain, Pemkab Batang menilai penguatan fasilitas rumah sakit swasta menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat.
Baca juga: 30 Ribu Mangrove Disiapkan untuk Selamatkan Pesisir Batang dari Ancaman Abrasi dan Krisis Iklim
• BKPSDM Batang Soroti Minimnya ASN Kejar Jabatan Madya, Peluang Karier Masih Terbuka Lebar
Kepala Dinkes Kabupaten Batang, dr Ida Susilaksmi mengapresiasi langkah RS QIM yang dinilai mampu membantu memperkuat pelayanan kesehatan di daerah.
“Dengan adanya penambahan tempat tidur dan fasilitas CT Scan 64 slice ini akan sangat mendukung pelayanan masyarakat di Kabupaten Batang,” katanya.
| Pertamax Naik, Dolar Menguat, Pengusaha Kerupuk Batang Terjepit: Semua Bahan Baku Naik |
|
|---|
| Truk Besi Tabrak Dump Truk di Jalur Menurun Pantura Gringsing Batang, Terguling ke Badan Jalan |
|
|---|
| Mantan Bupati Batang Ngaku Punya Bukti Rekaman Dugaan Penyimpangan Program Prioritas Presiden |
|
|---|
| Kejari Batang Musnahkan Ribuan Pil Terlarang dan Sabu Senilai Ratusan Juta |
|
|---|
| Kejar Haji di Usia Prima, Gen Z Batang Rela Nabung Bertahun-tahun Demi Nomor Porsi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260610-_-Rawat-Inap-RS-QIM-Batang.jpg)