Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pameran Karya Seni "Rectoverso" di Kota Lama Semarang Diapresiasi Mahasiswa Asing

Pameran karya seni bertajuk "Rectoverso" yang terpajang di Gedung Soesmans Kantoor, Kota Lama, Semarang.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: suharno
TRIBUN JATENG/IDAYATUL ROHMAH
Simon, Nur, dan Evan (pengunjung), tampak terpaku melihat sebuah karya seni yang terpajang di sebuah dinding berlatar putih di Gedung Soesmans Kantoor, Kota Lama Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Simon (21), seorang mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang tampak terpaku melihat sebuah karya seni yang terpajang di sebuah dinding berlatar putih.

Pendatang asal Prancis ini mengaku menyukai perpaduan warna yang tergores dalam sebuah karya milik Kokoh Nugroho bertajuk "rezim spiritual".

"Saya suka perpaduan warnanya, hitam dan putih Saya seperti melihat komik. Saya tidak bisa menerjemahkan. Hanya saja, saya sangat suka ketika ada warna yang cocok dan saya suka lukisan ini," ungkapnya kepada tribunjateng.com.

BREAKING NEWS: Terjadi Kebakaran di Kawasan Industri Candi Semarang

Simon merupakan satu di antara pengunjung pameran karya seni bertajuk "Rectoverso" yang terpajang di Gedung Soesmans Kantoor Kota Lama Semarang.

Pameran yang diselenggarakan sejak Jumat (21/6/2019) hingga (23/6/2019) oleh Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini menampilkan 37 karya dari berbagai daerah di Indonesia.

"Pada pameran kali ini kami mengundang beberapa seniman dari beberapa kota, seperti Wonosobo, Pati, Batang, dan banyak lagi. Kami juga mengundang mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. Ada 37 karya di sini, di antaranya lukisan dan instalasi," ujar Adhytia Rizkyhimawan, Ketua Panitia.

Tema Rectoverso sendiri, kata Adhytia, memiliki pesan kuat terhadap karya yang dipamerkan.

Rectoverso, yang berarti bolak-balik, biasa digunakan untuk menyebut sebuah mata uang, di mana ketika selembar mata uang itu dilipat menjadi dua, maka satu sisi dan sisi lainnya akan bertemu.

Tema Rectoverso dipilih di tengah era milenial ini, yang mana ia menganggap banyak anak muda yang kehilangan jati dirinya.

"Mereka belum tahu siapa dirinya. Pameran kali ini bertujuan untuk menyadarkan, 'sebenarnya yang kamu cari itu ada pada dirimu'. Kebanyakan anak muda itu sedang mencari apa yang kurang dari dirinya, tapi mereka tidak tahu sehingga pencariannya itu akan menambah dia bingung," paparnya.

Menteri Pariwisata Ingin Pengelolaan Kota Lama Semarang Tiru Paradores

Pengunjung lainnya, Evan Ferdinand (25) dari Tanah Mas, Semarang turut memberikan apresiasinya.

Ia yang notabene dari keluarga seniman mengaku terenyuh dengan karya yang terpajang di pameran tersebut.

Terutama untuk karya milik Tri Bakso S. bertajuk "Bertahan dari Rob".

Menurutnya, lukisan berukuran 150 x 200 cm tersebut merupakan sebuah contoh yang sempurna di tengah tergerusnya budaya di Indonesia.

"Ini benar-benar perfect in sample, benar-benar contoh yang nyata, karena si wayang ini memang, kita sebagai orang Indonesia banyak banget yang sudah membuang kultur ini. Banyak banget mereka yang modernisasi, melihat dari Barat, tapi sebenarnya ini adalah aset berharga kita. Mereka meninggalkan itu semua demi hal-hal lain yang sebenarnya mereka tidak usah pelajari pun kita sudah punya," jelasnya.

Lantas ia mendefinisikan, sebuah wayang yang tergeletak di dalam sebuah kardus di tepi pantai tersebut tinggal hanya menunggu terseret ombak.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved