Meski Gagal Ujian SIM, Subadri Ingin Sesama Penyandang Difable Berani Mencoba dan Menembus Batas

Jumat (28/6/2019) pagi, suasana kantor Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Salatiga terutama pada layanan administrasi SIM sibuk seperti hari

Meski Gagal Ujian SIM, Subadri Ingin Sesama Penyandang Difable Berani Mencoba dan Menembus Batas
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Sabar Subardi (40) warga penyandang disabilitas saat mengikuti ujian SIM tertulis di Satlantas Polres Salatiga, Jumat (28/6/2019).TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Jumat (28/6/2019) pagi, suasana kantor Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Salatiga terutama pada layanan administrasi SIM sibuk seperti hari biasanya.

Hanya saja, saat itu diantara para pemohon SIM ada satu orang yang cukup menyita perhatian pengunjung lainnya.

Namanya sudah cukup dikenal warga Kota Salatiga lantaran profesinya sehari-hari menjadi seorang pelukis.

Pagi itu, meski dalam keterbatasan karena mengalami cacat sejak lahir tanpa kedua tangan Sabar Subadri (40) nekat ingin memiliki SIM.

Motivasinya sederhana, hanya agar dapat menjadi seorang suami selayaknya lelaki pada umumnya.

“Keinginana memiliki SIM itu sudah lama, lalu sampailah pada usia sekarang sudah lebih matang dan emosi cukup stabil.

Kemudian, saya juga sudah beristri, konon suami yang baik itu siap antar jaga kemanapun.

Karena selama ini istri yang menjaga, misalnya nanti apabila hendak lahiran anak dapat mengantar begitu,” terangnya kepada Tribunjateng.com, di Satlantas Polres Salatiga Jumat (28/6/2019)

Ia bercerita, sebelum memutuskan mengikuti ujian SIM.

Selama hampir 15 hari lamanya telah berlatih mengemudi dengan mobil khusus di bawah bimbingan jasa kursus setir kendaraan roda empat.

Halaman
123
Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved