Mahasiswa Jurusan Seni Rupa Desain Komunikasi Visual Unnes Gaungkan Budaya di Echo Tradisstation
Mahasiswa Jurusan Seni Rupa Konsentrasi Desain Komunikasi Visual Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (Unnes) mempromosikan tradisi
Penulis: Jamal A. Nashr | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mahasiswa Jurusan Seni Rupa Konsentrasi Desain Komunikasi Visual Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (Unnes) mempromosikan tradisi Indonesia melalui Pasar Branding Echo Tradiastation.
Melalui karya seni visual, mereka menyampaikan konten khas Indonesia dengan sentuhan kontemporer.
Satu di antaranya tokoh cerita rakyat Jawa Timun Emas.
Dalam dongeng turun-temurun, Timu Emas diceritakan sebagai bocah wanita yang diburu raksasa sebagai santapan.
Berkat keberaniannya, Timun Emas berhasil melumpuhkan si-raksasa.
Dalam karya yang dipamerkan di Pasar Branding Echo Transstation, Timun Emas digambarkan memiliki tubuh setengah robot.
Sentuhan teknologi ditambahkan untuk memberi daya tarik pada tokoh Timun Emas.
"Jadi lebih terlihat futuristik.
Lebih menarik untuk anak sekarang.
Tren sekarang kan, anak muda lebih menyukai budaya dari luar misal dari Jepang, Korea, Amerika dengan super hero-nya.
Kita melihat sisi lain, Indonesia kaya akan hal itu, kenapa tidak bisa menarik.
Dari kegelisahan itu kita angkat menjadi tema," tutur Panitia Echo Tradisstation, Hapid, Jumat (28/6/2019).
Acara tersebut digelar oleh mahasiswa Jurusan Seni Rupa Konsentrasi DKV Unnes angkatan 2016 selama tiga hari mulai Jumat hingga Minggu (30/6/2019) di Kampung Budaya Unnes.
Penyelenggaraan kali ini merupakan kali kelima.
Acara tersebut merupakan projek mata kuliah Manajemen Pameran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/seni-rupa-jam.jpg)