Jumat, 17 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Suporter Persipati Pati Dilempari Batu di Kudus, Perjalanan Pulang Dari Stadion Pancasila Demak

Brilian Rafi yang merupakan satu di antara anggota rombongan Patifosi mengatakan, kejadian itu berada di beberapa titik di Kabupaten Kudus.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: deni setiawan
ISTIMEWA
DOKUMENTASI bekas lemparan batu pada bus yang ditumpangi pemain Persipa Pati di Kudus, Minggu (30/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Puluhan anggota Patifosi, suporter Persipa Pati, diadang puluhan orang tak dikenal dalam perjalanan pulang usai mendukung kesebelasan kesayangannya berlaga dalam laga pamungkas Kejuaraan Provisi (Kejurprov) di Stadion Pancasila Demak, Minggu (30/6/2019).

Kejadian itu terjadi ketika rombongan melewati Kabupaten Kudus.

Ketika dikonfirmasi, Senin (1/7/2019), Brilian Rafi yang merupakan satu di antara anggota rombongan Patifosi mengatakan, kejadian itu berada di beberapa titik di Kabupaten Kudus.

Tak hanya mengadang, orang-orang tak dikenal ini juga melakukan tindakan kekerasan.

Bahkan, puluhan anggota resimen Patifosi yang menumpang truk dan bus pemain Persipa Pati menjadi sasaran pelemparan batu.

Rafi mengatakan, ia sempat mengira orang-orang yang mengadangnya adalah rekan Patifosi.

“Saya kira itu teman saya dari Patifosi, tapi ternyata tidak. Saya diadang dan disuruh buka kaos. Sedangkan teman saya dipukul botol kaca. Beruntung teman saya masih memakai helm. Kemudian mereka pergi dan datang lagi satu gerombolan. Saya dipukul dua kali. Kemudian mereka kabur. Tetapi kunci motor saya dan HP teman saya dirampas,” ungkapnya.

Ketika dikonfirmasi, Ketua Umum Patifosi Dian Dwi Budianto menyayangkan terjadinya insiden tersebut.

Pasalnya, rombongan suporter Persipa Pati telah bersikap sopan dan tidak melakukan perbuatan yang mengganggu ketika melewati Kudus.

Ia menjelaskan, sebelumnya Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Patifosi bahkan sudah meminta izin untuk lewat kepada kelompok suporter yang ada di Kudus.

“Kami harap tidak ada lagi kejadian semacam itu. Kami mencoba untuk dewasa, yaitu telah berkoordinasi dan melakukan izin kepada salah satu kelompok suporter Kudus sebelum laga Persipa kontra PSD Demak digelar," jelasnya.

Tetapi lanjutnya, masih saja diserang oleh beberapa oknum yang tidak bertanggungjawab.

"Menurut kami, ini sudah di luar kewajaran karena mengarah pada perbuatan kriminal,” kata Komandan Resimen Patifosi itu.

Pihak DPP Patifosi berharap agar para pelaku pada kejadian itu segera tertangkap.

Sebab, korban merupakan anak sekolah yang baru ikut mengawal Persipa berlaga.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved