Bambang Tak Hentinya Meminta PPDB SMA Diulang, Diduga Ada Kecurangan Terkait SKD

Orangtua calon siswa berunjuk rasa seorang diri di Jalan Slamet Riyadi, tepatnya Bundaran Gladag, Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Selasa (2/7/2019) sore

Bambang Tak Hentinya Meminta PPDB SMA Diulang, Diduga Ada Kecurangan Terkait SKD
TRIBUN JATENG/DANIEL ARI PURNOMO
Orangtua calon siswa menolak PPDB online di Jalan Slamet Riyadi, tepatnya Bundaran Gladar, Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Selasa (2/7/2019) sore. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Orangtua calon siswa berunjuk rasa seorang diri di Jalan Slamet Riyadi, tepatnya Bundaran Gladag, Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Selasa (2/7/2019) sore.

Dia menuntut sistem Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) diulang, karena diduga ada kecurangan.

Bambang Saptono tidak terima putranya lengser dari daftar penerimaan siswa di SMA Negeri 4 Surakarta.

Pria berkacamata itupun melakukan aksi demo sendiri, sembari menenteng tiga poster berisi penolakan SKD dan PPDB.

Poster itu ditenteng dan dikalungkan di leher.

Warga Kelurahan Manahan itu menduga ada kecurangan berupa penggunaan Surat Keterangan Domisili (SKD) palsu oleh sesama orangtua calon siswa.

"Saya cek di sekolahan, katanya ada sekitar 200 orang pendaftar berdomisili di Kelurahan Manahan. Itu sangat tidak masuk akal," kata dia di lokasi unjuk rasa tersebut.

Bambang membeberkan, jarak kediamannya ke SMA Negeri 4 sekitar 2,5 kilometer.

Hal tersebut diartikan Bambang, sang putra berhak bersekolah di salah satu SMA favorit di Kota Serabi itu.

"Namun apa jadinya? Putra saya malah diterima di SMA yang ada di wilayah Colomadu. Padahal jaraknya sekitar 8 kilometer dari rumah," teriaknya di tengah jalan.

Halaman
12
Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved