Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Demi Pertumbuhan Ekonomi Jateng 7 Persen, Ganjar Percepat Pembangunan Infrastruktur

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mendorong Jalan lingkar selatan selatan (JLSS) yang belum tertangani sepanjang 46,07 kilometer segera dipercepat

Penulis: faisal affan | Editor: muh radlis
PT Jasa Marga (Persero) Tbk
Jalan Tol Solo-Ngawi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mendorong Jalan lingkar selatan selatan (JLSS) yang belum tertangani sepanjang 46,07 kilometer segera dipercepat pembangunannya.

JLSS memiliki total panjang 211,95 kilometer.

Untuk pembangunan jalan yang belum tertangani, diusulkan agar dibiayai APBN.

Karena, untuk pembebasan lahan, dibutuhkan anggaran senilai Rp 1,17 triliun dan konstruksi sebesar Rp 1,1 triliun.

"Selain itu, juga percepatan pembangunan jalan tol Solo-Jogja, tol Bawen-Jogja, tol tanggul laut Semarang-Demak.

Kita sudah siapkan secara detail, faktor yang bisa mendorong pertumbuhan.

Sudah ada stretegi yang disiapkan dan pekerjaan yang disiapkan," papar Ganjar Selasa (2/7/2019).

Percepatan pembangunan infrastruktur itu diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi di Jateng dari 5,3 persen menjadi 7 persen.

Beragam bidang yang akan dipercepat itu pun sudah dibicarakan dengan kementerian terkait dan akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat ini.

Misalnya, untuk percepatan jalan tol Solo-Jogja dibutuhkan Rp 22,50 triliun, tol Bawen-Jogja Rp 13,69 triliun, percepatan realisasi jalan tol tanggul laut Semarang-Demak Rp 15,40 triliun.

Kemudian pemenuhan air baku untuk air minum melalui program SPAM yang sudah lama direncanakan, harus dipercepat. Lalu, kebutuhan air untuk industri.

Dalam perkeretaapian, menurut Ganjar, Jateng memiliki jalur melingkar yang bisa mendukung jalur transportasi penumpang dan bahan bakar gas untuk industri.

Karena, kawasan industri yang akan dibuka tidak hanya di tengah, tetapi juga di sisi selatan.

"Ada investasi pembangunan industri baja senilai USD 2,54 miliar, atau Rp 35 triliun.

Tetapi, kebijakannya belum seragam antara provinsi dengan pusat.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved